Akurat
Pemprov Sumsel

Ledakan Pemusnahan Amunisi Tewaskan Warga Sipil, TNI Harus Evaluasi Total Prosedur Keamanan

Ahada Ramadhana | 12 Mei 2025, 20:17 WIB
Ledakan Pemusnahan Amunisi Tewaskan Warga Sipil, TNI Harus Evaluasi Total Prosedur Keamanan

AKURAT.CO Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden ledakan amunisi di wilayah latihan militer yang menewaskan 13 orang di Garut, Jawa Barat.

"Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, husnul khotimah," kata dia dalam keterangannya, Senin (12/5/2025).

Dia pun meminta TNI melakukan evaluasi total prosedur pengamanan terkait pemusnahan amunisi. Secara teknis, peledakan berada di wilayah pantai ini telah memenuhi prosedur keamanan dan ketentuan yang seharusnya.

Baca Juga: Kemenhan Investigasi Insiden Ledakan Pemusnahan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut

Namun, perlu adanya peningkatan pengawasan yang lebih ketat agar masyarakat tidak dapat mengakses area berbahaya.

"Ke depannya, pembatasan wilayah harus dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah warga sipil berada di area berbahaya," imbuhnya.

Terkait insiden ini, TNI segera membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut itu. Menurutnya, amunisi yang diledakkan merupakan amunisi kadaluarsa yang secara teknis sudah tidak stabil.

"Peledakan pertama sebenarnya telah dirancang untuk menghancurkan seluruh amunisi, dan petugas meyakini proses itu telah tuntas," ujarnya.

Namu dia menjelaskan, sifat amunisi kedaluwarsa yang tidak sepenuhnya bisa diprediksi menyebabkan ledakan susulan. Dia menduga ada keselahan prediksi dari petugas.

"Amunisi kedaluwarsa itu tidak semuanya akan meledak serentak ketika diledakkan. Ada yang meledak langsung, tapi ada juga yang meledak belakangan karena sifatnya yang tidak lagi normal," jelas TB Hasanuddin.

"Akibat dari kesalahan prediksi petugas. Dikiranya satu ledakan cukup, ternyata ada amunisi yang meledak belakangan dan menimbulkan korban," tambah dia

Dia berharap, peristiwa ini harus dijadikan pelajaran untuk menyempurnakan prosedur pemusnahan amunisi tak layak pakai agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Baca Juga: Evaluasi Menyeluruh, Komisi I DPR Minta TNI Transparan Usai Tragedi Ledakan Amunisi di Garut

Seperti diketahui, sebuah ledakan terjadi di kawasan Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5) pagi. Sedikitnya 13 orang tewas di lokasi yang terdiri dari 4 orang personel TNI dan 9 orang sipil.

Ledakan terjadi saat berlangsungnya proses pemusnahan amunisi usang oleh unsur militer di area terbuka yang berada tak jauh dari bibir pantai selatan Garut. Pemusnahan amunisi tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin TNI, untuk menyingkirkan bahan peledak yang telah melewati masa kedaluwarsa.

Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 09.30 WIB dan menggetarkan kawasan sejauh beberapa kilometer. Suara dentuman terdengar keras dan menggema, hingga membuat warga sekitar berhamburan ke luar rumah untuk mencari tahu sumber suara. Sejumlah saksi menyebut, tanah sempat bergetar ketika ledakan terjadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.