Gandeng Kemenag, BAZNAS Luncurkan Program MLB Sasar 1.000 Madrasah

AKURAT.CO Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Madrasah Layak Belajar (MLB) untuk mewujudkan pendidikan berkualitas yang merata di Indonesia.
Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, mengatakan program ini menyasar 1.000 madrasah penerima manfaat dari seluruh wilayah Indonesia, dengan bantuan masing-masing sebesar Rp 25 juta untuk merenovasi ruang kelas dan/atau perpustakaan.
Dia menekankan, program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang layak. Terutama, bagi madrasah swasta yang kerap luput dari perhatian.
Baca Juga: Mengenal Madin, Madrasah Tempat Anak-anak Mengaji, Mengenal 'Alif-Ba-Ta-Tsa'
"Insya Allah tahun ini kami kembali menyalurkan bantuan untuk 1.000 madrasah. Masing-masing mendapatkan Rp 25 juta. Tahun lalu jumlahnya juga 1.000 dengan nilai bantuan yang sama juga. Bahkan tadi ada usulan tambahan, satu madrasah yang baru saja terbakar, kami minta langsung dimasukkan, biar jadi seribu satu," jelasnya saat peluncuran program di Kantor Kemenag RI, Jakarta, dikutip Rabu (6/8/2025).
Sementara itu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengapresiasi langkah BAZNAS RI dalam memberikan perhatian khusus kepada dunia pendidikan madrasah, yang menurutnya masih mengalami banyak ketimpangan dibandingkan sekolah umum.
"Saya merasa momentum ini sangat penting, karena yang akan langsung menerima manfaat dari kegiatan ini adalah madrasah. Karena itu, saya mewakili seluruh madrasah penerima manfaat menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS," kata Nasaruddin.
Menurutnya, santri-santri madrasah merupakan kelompok yang paling layak disebut sebagai penerima zakat atau asnaf. Bahkan jika dikiaskan, hampir seluruh kategori asnaf dalam zakat tercermin dalam diri para murid madrasah.
Dia juga menyoroti ketimpangan yang masih terjadi antara madrasah dan sekolah formal. Banyak madrasah berdiri dengan kondisi minim, sementara sekolah umum mendapatkan dukungan penuh negara.
Dia menegaskan, kesenjangan ini tidak boleh terus dibiarkan. Intervensi dari lembaga seperti BAZNAS, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menutup celah ketimpangan tersebut. Dia pun mengapresiasi keberanian dan ketepatan langkah BAZNAS dalam menyalurkan zakat kepada komunitas madrasah.
"Untung ada BAZNAS yang mengintip persoalan ini. Sekali lagi, terima kasih kepada BAZNAS yang telah peduli kepada kelompok mustadh'afin," ujar Nasaruddin.
"Atas nama seluruh pemangku kepentingan madrasah, kami mendoakan BAZNAS dan para muzaki yang telah menunaikan zakatnya melalui BAZNAS, serta seluruh pengurus BAZNAS agar senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan untuk terus memberi manfaat yang lebih luas ke depannya," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








