Pemerintah Mau Ubah BP Haji Jadi Kementerian, DIM RUU Haji Sudah Diserahkan ke DPR

AKURAT.CO Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkap bahwa pemerintah berencana mengubah Badan Penyelenggara (BP) Haji menjadi lembaga kementerian.
Wacana tersebut sudah tertuang dalam daftar inventarisasi masalah (DIM) revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019, tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang telah diserahkan ke DPR.
"Insya Allah sudah (diserahkan ke DPR). Mohon doanya supaya bisa cepet selesai. Ada rencana (perubahan menjadi kementerian) seperti itu," ujar Pras di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Dia mengatakan, perubahan BP Haji menjadi lembaga kementerian ini menjadi kebutuhan bagi pemerintah setelah dilakukannya evaluasi pelaksanaan haji tahun lalu.
Baca Juga: KPK Akan Libatkan Lembaga Audit untuk Hitung Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji
"Ini kan bukan masalah (kabinet) makin besar tetapi masalah kebutuhan setelah satu tahun kemarin dibentuk badan dan setelah pelaksanaan haji di situ kan ada evaluasi-evaluasi, catatan-catatan yang ternyata memang ada sebuah kebutuhan untuk kita meningkatkan kelembagaan dari badan," katanya.
Dia menilai, perubahan BP Haji menjadi kementerian dinilai dapat memudahkan sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi. "Nampaknya dibutuhkan untuk setingkat menteri, karena koordinasi dengan pihak Arab Saudi," ujar Pras.
Selain penyelenggaraan haji, kebutuhan penguatan kelembagaan juga muncul dari tingginya aktivitas umrah masyarakat Indonesia yang mencapai hampir 2 juta orang setiap tahun.
"Ini kan untuk kebutuhan kita semua ya, terutama umrah kita yang kalau dihitung setiap tahun tuh hampir mencapai 2 juta warga negara kita yang melakukan perjalanan umrah," ungkap Pras.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








