Kenaikan Gaji ASN Belum Pasti, KSP: Negara Harus Hitung Ulang Anggaran

AKURAT.CO Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari, menegaskan, pemerintah belum dapat memastikan adanya kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) pada tahun 2025.
Meski rencana tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025, Qodari menekankan bahwa hal itu tidak otomatis langsung berlaku.
“Sampai saat ini, kebijakan kenaikan gaji belum dapat dipastikan,” ujar Qodari di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Menurut Qodari, ada sejumlah kebijakan dalam RKP yang sebelumnya juga tidak terealisasi. Sebagai contoh, rencana penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan serta pajak karbon.
Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua program yang tertulis dalam RKP otomatis dijalankan.
Selain itu, Kementerian PANRB hingga kini juga belum membahas lebih lanjut rencana kenaikan gaji ASN dengan Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Pidato Presiden Prabowo di Forum PBB Momentum Merevitalisasi Geopolitik Indonesia
Qodari mengingatkan, ASN terakhir kali menerima kenaikan gaji pada tahun 2024, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 10 Tahun 2024.
“Untuk teman-teman cek ulang, sebetulnya kenaikan gaji ASN itu baru tahun lalu,” jelasnya.
Saat ini, anggaran yang digelontorkan negara untuk gaji ASN mencapai sekitar Rp178,2 triliun per tahun untuk 4,7 juta ASN. Angka ini belum termasuk berbagai tunjangan, termasuk tunjangan hari raya (THR).
Jika pemerintah kembali menaikkan gaji ASN seperti tahun lalu, misalnya dengan kisaran 8 persen, maka dibutuhkan tambahan anggaran sedikitnya Rp14,24 triliun.
“Jadi, intinya diperlukan perhitungan kondisi dan kemampuan keuangan negara sebelum kebijakan kenaikan gaji ASN bisa diputuskan,” pungkas Qodari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









