Alasan Bahlil Dukung Soeharto Terima Gelar Pahlawan Nasional: Dia Pendiri Golkar dan Indonesia Jadi Dikenal sebagai Macan Asia

AKURAT.CO Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mendukung rencana pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden Ke-2 RI, Soeharto.
Menurutnya, Golkar memandang bahwa Soeharto sangat layak untuk menyandang gelar tersebut. Aspirasi ini juga sudah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Dari awal kami DPP Partai Golkar telah menyampaikan aspirasi kami secara langsung kepada pemerintah, secara langsung kepada Presiden Bapak Prabowo. Dalam pandangan Partai Golkar, Presiden Ke-2 RI, Bapak Soeharto, sangat layak diberikan penghargaan nasional," jelasnya, usai meresmikan lapangan padel, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Minggu (9/11/2025) kemarin.
Baca Juga: Bahlil Resmikan Lapangan Padel di Kantor DPP Golkar, Inovasi Baru Dekatkan Diri dengan Generasi Muda
Bahlil mengatakan, Soeharto memiliki jasa yang besar dan panjang selama memimpin bangsa Indonesia. Soeharto juga merupakan salah satu pendiri Partai Golkar.
"Tujuan dari berdirinya Partai Golkar adalah melawan ideologi partai lain yaitu ideologi Partai Komunis. Nah ini penting, sejarah ini, sejarah, bukan kata saya," ucapnya.
Tidak hanya itu, selama 32 tahun memimpin, Soeharto juga berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan, swasembada energi, menurunkan inflasi dan mampu menciptakan banyak lapangan kerja.
Baca Juga: Golkar Tegas Tak Akan Mundur Perjuangkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional
Bahkan, Indonesia juga sempat dijuluki sebagai Macan Asia pada akhir-akhir Soeharto menjabat.
"Dan di ujung masa kekuasaan, tahun 97-98, Indonesia terkenal Macan Asia. Inilah referensi yang dijadikan rujukan Partai Golkar untuk menyampaikan kepada pemerintah diberi gelar pahlawan," ujar Bahlil.
Kementerian Sosial telah mengusulkan 40 nama untuk mendapat gelar pahlawan nasional yang akan diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 2025.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-61, Golkar Usung Konsep Merakyat: Dari Sembako Gratis hingga Wayang Kulit
Adapun, beberapa nama yang diusulkan seperti Presiden Ke-2 RI, Soeharto; Presiden Ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur); aktivis buruh perempuan, Marsinah; hingga ulama asal Bangkalan, Syaikhona Muhammad Kholil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








