Hari Ini PBNU Pecah Agenda di Satu Gedung: Kubu Gus Yahya dan Rais Aam PBNU Punya Agenda Masing-masing

AKURAT.CO Ketegangan internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tampaknya belum menemukan ujungnya. Setelah rotasi mendadak Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari posisi Sekretaris Jenderal, dinamika di pusat organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu semakin terang terlihat dari agenda yang berlangsung hari ini, Selasa (2/12/2025), di Kantor PBNU Jakarta.
Dikutip melalui keterangan wartawan, di gedung yang sama, dua rapat tingkat tinggi digelar oleh dua pihak berbeda. Masing-masing memiliki undangan resmi, inisiator berbeda, dan dihadiri jajaran struktural yang tidak sama. Situasi ini memberi sinyal kuat bahwa relasi antara Tanfidziyah dan Syuriyah sedang berada dalam titik paling tegang dalam beberapa tahun terakhir.
Rapat pertama diinisiasi oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Undangan bernomor 4794/PB.03/A.I.01.08/99/11/2025 ditujukan kepada seluruh Ketua Umum Badan Otonom (Banom) serta Ketua Lembaga NU. Hal yang memantik perhatian adalah nama dan tanda tangan Sekretaris Jenderal dalam surat tersebut: Dr. H. Amin Said Husni.
Baca Juga: 36 PWNU Resmi Dukung Rais Aam Copot Gus Yahya, Suasana PBNU Makin Panas
Ini menjadi sinyal administratif bahwa pergantian posisi Gus Ipul telah berjalan efektif dan resmi. Rapat ini bertajuk “Rapat Koordinasi”, yang disinyalir sebagai langkah Tanfidziyah untuk merapatkan barisan setelah perubahan struktur.
Hanya berjarak 30 menit dari jadwal rapat tersebut, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menggelar pertemuan lain di lantai yang berbeda. Melalui undangan yang beredar terbatas, jajaran Pengurus Besar Harian Syuriyah diminta hadir di Ruang Rapat Lantai 4. Undangan bersifat instruktif dan ditandatangani langsung oleh Rais Aam sebagai otoritas tertinggi dalam struktur NU.
Dua rapat di satu gedung yang sama pada waktu hampir bersamaan memperlihatkan dualisme yang tak lagi disembunyikan. Satu kubu bergerak dengan mandat eksekutif, satu kubu menegaskan otoritas keulamaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan apakah dua forum ini akan bertemu dalam satu ruang islah atau tetap berjalan di jalurnya masing-masing.
Baca Juga: Gus Yahya dan Gus Ipul Berebut Dukungan Kiai, Kunjungi Lirboyo hingga Al-Falah Ploso
Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan yang mengemuka dalam beberapa pekan terakhir. Mulai dari rotasi mendadak, sorotan publik terhadap dinamika internal, hingga kritik bahwa elite NU perlu menanggalkan kepentingan kelompok demi keselamatan organisasi.
PBNU kini tampak berada pada fase yang menguji soliditas dan kematangan kepemimpinannya. Sementara ribuan umat di akar rumput menantikan arah yang lebih jelas, para pengambil keputusan justru memperlihatkan bahwa perbedaan mereka semakin mengeras dan meluas dalam struktur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








