Indonesia Dorong Perdamaian Lewat Dialog Atas Serangan AS ke Venezuela

AKURAT.CO Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan keprihatinan atas serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang menewaskan kurang lebih 40 orang.
Pemerintah Indonesia terus mengamati dan mengawasi konflik yang terjadi di Venezuela.
Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan.
"Pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela," tulis keterangan resmi Kemlu melalui unggahan di akun X @Kemlu_RI, Senin (5/1/2026).
Kemlu menyatakan bahwa peristiwa tersebut dinilai dapat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan. Selain juga melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi.
Baca Juga: Operasi Militer AS di Venezuela Tewaskan 32 Perwira Kuba, Havana Umumkan Masa Berkabung
Untuk itu, Kemlu mengimbau komunitas internasional saling menghormati dan menghargai setiap hak warga Venezuela.
"Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka," jelasnya.
Kemlu menyatakan bahwa Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional. Termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional.
"Khususnya perlindungan terhadap warga sipil (di Venezuela) yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








