Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi

AKURAT.CO Semua pihak diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah. Menyusul terbitnya peringatan dini cuaca untuk periode 23-29 Januari 2026 yang dikeluarkan BMKG.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menegaskan bahwa peringatan dini yang disampaikan BMKG merupakan dasar utama penguatan langkah antisipatif pemerintah dan masyarakat.
"Dokumen peringatan dini BMKG ini harus menjadi rujukan langsung bagi kepala daerah dan seluruh perangkat daerah dalam mengaktifkan sistem kesiapsiagaan. Ini adalah fase krusial untuk early action guna mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian yang lebih besar," jelasnya, Sabtu (24/1/2026).
Pratikno meminta pemerintah provinsi serta kabupaten/kota yang berada pada level Siaga dan Awas, khususnya di Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, dan NTT, untuk mengaktifkan posko siaga bencana dan sistem komando penanganan darurat.
Selain juga menyiagakan penuh jajaran BPBD, TNI/Polri, dinas teknis dan relawan.
Baca Juga: Gubernur Jakarta Minta Dinkes Waspadai Super Flu dan Lonjakan DBD Saat Musim Hujan
Pemerintah daerah juga diimbau melakukan pengecekan daerah aliran sungai, tanggul, lereng rawan longsor, serta sistem drainase perkotaan. Serta menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian yang aman dan siap digunakan.
Pratikno mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan aktif memantau informasi resmi BMKG. Kemudian mengurangi aktivitas di daerah rawan banjir dan longsor saat hujan lebat berlangsung. Dan menyiapkan tas siaga bencana, rencana evakuasi keluarga, serta mengikuti arahan petugas.
"Kesiapsiagaan masyarakat adalah lapis pertama perlindungan. Informasi yang dipahami dan tindakan yang tepat waktu akan menyelamatkan banyak jiwa," ujar Menko PMK.
Menko PMK menegaskan bahwa penguatan kesiapsiagaan merupakan bagian dari strategi nasional pengurangan risiko bencana berbasis risiko. Dengan menjadikan peringatan dini BMKG sebagai dasar koordinasi lintas sektor antara Kemenko PMK, BNPB, BMKG, Kementerian PU, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah.
"Pemerintah pusat akan terus memantau perkembangan cuaca ekstrem dan memastikan dukungan penuh kepada daerah hingga ancaman cuaca ekstrem berlalu," kata Pratikno.
Berdasarkan data BMKG, periode 23-25 Januari 2026, sejumlah wilayah diprakirakan masuk level Siaga hingga Awas terhadap hujan lebat sampai ekstrem.
Baca Juga: Hujan Ekstrem Picu Banjir Besar di Halmahera Barat: Ribuan Rumah Terendam, Jembatan Roboh
Untuk tanggal 23 Januari 2026, BMKG menetapkan level Awas (hujan sangat lebat-ekstrem) di Banten, Jakarta, dan Jawa Timur. Level Siaga (hujan lebat-sangat lebat) di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT.
Sementara pada 24 Januari 2026, wilayah Siaga meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, NTT, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Pada 25 Januari 2026, BMKG kembali menetapkan wilayah Siaga antara lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT.
Selain hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang di berbagai daerah, termasuk Aceh, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








