Bursa Calon Kasal Mengerucut, Laksdya Hersan Disebut Paling Siap Pimpin TNI AL

AKURAT.CO Laksamana Madya (Laksdya) TNI Hersan menjadi salah satu nama yang belakangan santer dibicarakan dalam bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal).
Pengamat militer Dar Edi Yoga menilai, Hersan merupakan figur yang mampu menjawab kebutuhan TNI AL di era ancaman modern.
Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya soal pertahanan laut, tetapi juga pengelolaan organisasi besar, diplomasi pertahanan, serta integrasi kekuatan gabungan lintas matra.
“Kalau bicara calon Kasal yang punya kombinasi komando lapangan, pengalaman strategis, dan jejaring koordinasi nasional, nama Hersan termasuk yang paling siap,” ujar Dar Edi dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Saat ini, Hersan menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) TNI. Ia dinilai memiliki rekam jejak lengkap, mulai dari pengalaman tempur, komando armada, hingga penugasan strategis di lingkar pengambil kebijakan nasional.
Karier dari Kapal Perang hingga Jabatan Strategis
Hersan meniti karier secara konsisten dari level kapal perang hingga komando wilayah operasi. Ia pernah menjadi Komandan KRI Diponegoro-365 dan Komandan KRI Slamet Riyadi-352 pada 2014.
Menurut Dar Edi, pengalaman memimpin KRI sangat penting karena membentuk karakter perwira laut—ketegasan, disiplin, dan insting operasi.
Selain itu, lintasan karier Hersan terbilang luas. Ia pernah menjabat sebagai Ajudan Presiden RI (2014–2016), Danlanal Palembang (2016–2017), Koorsmin Kasal (2017–2019), Asrena Kaskogabwilhan II (2019–2021), Danguspurla Koarmada II (2021–2022), Staf Khusus Kasal (2022), Sesmilpres Kemensetneg RI (2022–2023), Pangkoarmada III (2023–2025), hingga kini menjabat Irjen TNI (2025–sekarang).
Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Bisa Ganggu Perdagangan Global hingga Picu Kenaikan Biaya Logistik
Dar Edi menilai, fase Hersan sebagai Pangkoarmada III menjadi salah satu catatan penting, mengingat wilayah Indonesia timur merupakan kawasan strategis yang bersinggungan langsung dengan jalur lintas internasional dan dinamika geopolitik.
Sebagai Irjen TNI, Hersan juga dinilai memahami aspek tata kelola organisasi, kesiapan tempur lintas matra, sistem pengadaan dan dukungan logistik, hingga kontrol akuntabilitas anggaran pertahanan.
“Ke depan, Kasal tidak cukup hanya jago operasi. Ia harus kuat dalam governance. Karena kekuatan laut modern itu mahal dan kompleks. Di sinilah pengalaman Hersan jadi nilai tambah,” kata Dar Edi.
21 Bintang Tanda Jasa
Selain jalur komando, Hersan juga disebut memiliki legitimasi moral di internal TNI. Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) 1994 itu tercatat meraih 21 bintang tanda jasa.
Menurut Dar Edi, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan rekam jejak panjang pengabdian dan konsistensi kinerja.
“Bintang tanda jasa itu akumulasi pengabdian. Itu penting untuk kepemimpinan yang akan mengomandoi seluruh TNI AL,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kasal berikutnya harus menjadi figur “kelas negara”, bukan sekadar kelas satuan. Pengalaman Hersan sebagai ajudan Presiden dan Sesmilpres dinilai membuatnya memahami mekanisme pengambilan keputusan di tingkat nasional.
“Kasal bukan sekadar panglima di laut. Ia juga aktor strategis negara. Hersan punya pengalaman di dua dunia: dunia tempur dan dunia kebijakan,” tegasnya.
Meski keputusan akhir tetap berada pada mekanisme internal dan kebijakan pimpinan, Dar Edi menilai arah penilaian publik mulai mengerucut pada figur yang dinilai paling komplet.
“Bila indikatornya pengalaman kapal, operasi, komando armada, jabatan strategis negara, dan posisi bintang tiga yang relevan, maka Hersan sangat layak dijagokan,” pungkasnya.
Baca Juga: Prabowo Panggil Zulhas ke Istana, Minta Stok dan Harga Pangan Aman Jelang Lebaran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









