Akurat
Pemprov Sumsel

Ketegangan Israel–Iran Memanas, Pemerintah Perketat Pengawasan PMI di Timur Tengah

Ayu Rachmaningtyas | 5 Maret 2026, 23:56 WIB
Ketegangan Israel–Iran Memanas, Pemerintah Perketat Pengawasan PMI di Timur Tengah
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin.

AKURAT.CO Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) meningkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelindungan serta pelayanan bagi pekerja migran Indonesia di kawasan tersebut tetap berjalan optimal.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, mengatakan, berdasarkan laporan dan hasil koordinasi dengan Perwakilan RI, hingga saat ini belum terdapat laporan pekerja migran Indonesia yang mengalami insiden keselamatan akibat perkembangan situasi tersebut.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, sampai saat ini belum ada pekerja migran Indonesia yang terdampak secara langsung. Namun, kami tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi keamanan di kawasan dapat berubah sewaktu-waktu,” ujar Mukhtarudin di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara intensif melalui koordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara-negara Timur Tengah.

“Kami melakukan pemantauan secara ketat terhadap dinamika yang berkembang di Timur Tengah. Keselamatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia merupakan prioritas utama pemerintah,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian P2MI berkoordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta perwakilan diplomatik Indonesia seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di kawasan tersebut.

Upaya yang dilakukan antara lain pembentukan Tim Crisis Monitoring pada Direktorat Jenderal Pelindungan untuk melakukan pemantauan harian dan mitigasi risiko, pemutakhiran data pekerja migran sebagai bagian dari kesiapsiagaan evakuasi, penyusunan serta diseminasi panduan kewaspadaan, hingga pengaktifan hotline pengaduan khusus kawasan Timur Tengah.

“Kami memastikan setiap perkembangan dapat direspons secara cepat dan terukur. Pendataan juga terus diperbarui sebagai langkah kesiapan apabila diperlukan tindakan lebih lanjut,” jelas Mukhtarudin.

Ia juga mengimbau pekerja migran Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang, tidak panik, menghindari lokasi rawan, serta membatasi aktivitas di luar kebutuhan mendesak.

“Kami mengimbau seluruh pekerja migran Indonesia untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan Perwakilan RI, serta segera melapor ke KBRI atau KJRI terdekat apabila menghadapi situasi darurat atau membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan fasilitasi bagi pekerja migran yang memilih atau perlu kembali ke Indonesia sesuai mekanisme yang berlaku.

Kementerian P2MI juga menyiapkan layanan pendampingan psikologis, termasuk konsultasi daring bagi pekerja migran yang membutuhkan dukungan akibat situasi yang berkembang.

“Apabila terdapat pekerja migran yang memutuskan kembali ke Tanah Air, pemerintah akan memfasilitasi sesuai prosedur. Kami juga menyiapkan layanan pendampingan psikologis untuk menjaga kondisi mental dan emosional mereka,” tegas Mukhtarudin.

Pemerintah melalui Kementerian P2MI menegaskan akan terus mengambil langkah adaptif sesuai perkembangan situasi sebagai bagian dari komitmen menjaga keselamatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.