Macet Parah dan Jalan Rusak Hantui Pemudik, BUMN Karya Harus Tanggung Jawab

AKURAT.CO Komisi VI DPR menagih komitmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor karya, dalam memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026.
Anggota Komisi VI DPR, Imas Aan Ubudiyah, menyoroti kemacetan parah di sejumlah titik vital jalur mudik yang dinilai sangat merugikan para pemudik, baik dari sisi waktu, biaya, maupun keselamatan perjalanan.
"BUMN karya harus hadir sebagai solusi, bukan justru menjadi bagian dari persoalan. Komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak dan nyaman harus benar-benar diwujudkan, apalagi ini momentum mudik yang sangat krusial bagi masyarakat," tegasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: Mudik Gratis Kota Malang 2026 Resmi Diberangkatkan, Ini Daftar Rutenya
Selain kemacetan, dia juga menyoroti masih adanya kondisi jalan rusak dan pekerjaan proyek yang belum sepenuhnya rampung di beberapa titik jalur mudik, yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Ini tidak bisa dianggap sepele. Jalan berlubang, perbaikan yang belum selesai, serta minimnya penerangan di beberapa ruas menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pemudik," ujar legislator PKB itu.
Dia mendesak BUMN karya untuk segera melakukan langkah cepat dan konkret, termasuk percepatan perbaikan jalan, optimalisasi manajemen lalu lintas di titik rawan macet, serta peningkatan fasilitas pendukung seperti rest area dan penerangan jalan.
Imas juga meminta adanya koordinasi intensif antara BUMN karya dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah agar penanganan arus mudik berjalan terpadu dan responsif.
"Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari lemahnya koordinasi dan lambannya respons. Mudik adalah momen kebahagiaan, negara harus memastikan perjalanan mereka aman dan nyaman," tambahnya.
Dia menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi puncak arus mudik, yang diprediksi masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan. "BUMN karya harus siaga penuh. Jika diperlukan, lakukan rekayasa lalu lintas tambahan, percepatan perbaikan darurat, hingga penambahan petugas di lapangan," pungkasnya.
Baca Juga: Ribuan Pemudik Padati Monas, Pemprov Jakarta Kerahkan 744 Bus
Berdasarkan pemantauan di lapangan dan laporan masyarakat, kemacetan panjang dan jalan berlibang terpantau di sejumlah ruas strategis, antara lain:
- Jalur Pantura, khususnya di wilayah Brebes–Tegal hingga Pekalongan.
- Tol Trans Jawa, terutama di titik rest area.
- Tol Tangerang-Merak, terutama di ruas tol Bitung, ruas tol Brebes, dan ruas tol Kayu Agung-Palembang yang banyak dipenuhi lubang.
- Jalur selatan Jawa, seperti Tasikmalaya–Garut yang mengalami penyempitan jalan dan kepadatan kendaraan roda dua.
- Jalur penyeberangan menuju Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang.
- Jalan Lintas Sumatera, terutama di ruas Sibolga-Pandan dan simpang Betung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







