Sambut Ekonomi Baru, Pendidikan Vokasi Penting untuk Hadapi Perubahan Dunia Kerja

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menegaskan era disrupsi telah mengubah secara signifikan jenis dan karakter pekerjaan. Di mana banyak pekerjaan lama yang hilang (job loss), namun di saat yang sama muncul berbagai peluang kerja baru (job gain).
"Kita menyadari bahwa banyak sekali terjadi disrupsi. Jenis pekerjaan berubah. Banyak pekerjaan hilang. Jangan sampai pendidikan kita justru mengajarkan keterampilan yang sudah tidak relevan," kata Pratikno, Sabtu (25/4/2026).
Meski demikian, munculnya pekerjaan baru tidak selalu lahir dari teknologi semata. Perubahan preferensi global justru membuka peluang bagi Indonesia, untuk mengembangkan ekonomi berbasis alam dan budaya.
Baca Juga: Hadiri Perayaan Paskah di Kupang, Gibran Ingatkan Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi
"Orang yang terbiasa dengan hiruk pikuk seperti di Jakarta, Tokyo, New York justru ingin melihat yang berbeda. Mereka ingin kembali ke alam, ke budaya. Jadi new job tidak selalu terkait dengan science dan technology, tetapi juga terkait dengan nature dan culture," ujarnya.
Untuk itu, pemerintah mendorong transformasi pendidikan vokasi agar mampu menjawab perubahan dunia kerja, sekaligus mengoptimalkan potensi keunggulan lokal Indonesia, baik dari sisi budaya maupun kekayaan alam.
"Harus menyambut the new economy, the new job. Tidak lagi mendidik anak-anak untuk job loss tetapi mendidik anak-anak untuk job gain, yang saya ingin tekankan job gain tidak selalu diciptakan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, job gain di Indonesia banyak diciptakan oleh back to our culture and nature. Itulah new job, future job, bagi Indonesia," jelasnya.
Dia pun menyoroti sektor pariwisata sebagai salah satu contoh nyata ekonomi berbasis budaya dan alam, yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Keunggulan pariwisata adalah membawa uang masuk ke desa, tidak membawa uang desa keluar dari desa. Kita kembali ke alam, kembali ke culture, tentu saja tetap harus menguasai teknologi baru," ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan dunia kerja. Dia turut mengapresiasi terbentuknya wadah koordinasi pendidikan dan pelatihan vokasi seperti Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV), yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan akselerasi pengembangan SDM vokasi di daerah.
Baca Juga: Hasan Nasbi Minta Saiful Mujani Lebih Bijak: Jangan Memprovokasi, Bangsa Butuh Kesejukan
"Ini butuh sinergi dari kepala daerah, dari sekolah, dan seterusnya. Supaya 'link and match' antara pendidikan dan kesempatan kerja semakin kuat, dan juga bisa menciptakan peluang kerja baru," pungkasnya.
Sebagai bagian dari penguatan orkestrasi kebijakan vokasi nasional, telah terbit Peraturan Menko PMK Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Kerja Komite Sektoral Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
Melalui peraturan tersebut, Kemenko PMK mengoordinasikan Komite Sektoral yang diinisiasi oleh kementerian teknis, salah satunya Kementerian Pariwisata, dengan melibatkan unsur akademisi, industri, pemerintah, dan asosiasi profesi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







