Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Segmen Commercial BRI Tumbuh Double Digit

AKURAT.CO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang sejalan dengan transformasi bisnis Perseroan. Kinerja ini ditopang oleh segmen commercial sebagai salah satu new growth engine melalui optimalisasi rantai nilai (value chain) serta penyempurnaan jaringan bisnis, yang mendorong peningkatan penetrasi pasar serta memperkuat peran BRI sebagai enabler ekosistem bisnis end-to-end.
Arah transformasi bisnis BRI sendiri dituangkan melalui inisiatif strategis BRIvolution Reignite guna menjawab serangkaian dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif serta menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam hal ini, kredit commercial BRI mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga mencapai Rp61,4 triliun pada tahun 2025, tumbuh sebesar Rp22,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara historis, kinerja segmen commercial menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dari Rp20,8 triliun pada 2021 menjadi Rp38,7 triliun pada 2024, sebelum akhirnya melonjak pada 2025. Dalam kurun waktu tersebut, nilai kredit Commercial tercatat meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan posisi tahun 2021. Secara tahunan, pertumbuhan tersebut melesat 58,4% (YoY), jauh melampaui tren dalam lima tahun terakhir.
Komposisi portofolio pembiayaan turut menunjukkan diversifikasi yang solid dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor yang bersumber dari pembiayaan APBN (20%), diikuti oleh sektor Energi (12%), Konstruksi (11%), serta Perdagangan (10%) dan Pangan (10%), serta Industri Pengolahan (8%).
Sejalan dengan akselerasi tersebut, pangsa pasar segmen commercial BRI menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, dari semula 2,1% pada 2021 menjadi 5,2% pada 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi yang semakin terarah, khususnya melalui pendekatan berbasis ekosistem yang memungkinkan BRI memperluas penetrasi pasar sekaligus memperluas basis nasabah secara lebih berkualitas.
Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan yang solid. Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan secara signifikan hingga 7,6% pada 2025, dari level yang lebih tinggi pada tahun-tahun sebelumnya. Perbaikan ini berjalan seiring dengan penguatan fundamental bisnis, termasuk peningkatan CASA dan DPK, yang memastikan pertumbuhan kredit tetap sehat dan berkelanjutan.
Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. mengatakan bahwa salah satu fokus utama dalam transformasi ini adalah pilar Revamp Existing Core, yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis Commercial melalui penguatan value chain nasabah serta peningkatan transaksi.
“Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus mendukung usaha menengah. Segmen middle market memiliki peran penting dalam rantai pasok perekonomian nasional, sekaligus menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam suatu ekosistem,” ujarnya.
Adapun, dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan pembiayaan yang komprehensif, mulai dari kredit modal kerja (working capital loan) untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek hingga kredit investasi (investment loan) untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran operasional perusahaan sekaligus mendorong ekspansi usaha.
Khusus bagi nasabah commercial, BRI menghadirkan beragam produk pengelolaan kas yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis untuk mendukung efisiensi operasional. Salah satunya melalui platform digital QLola by BRI yang menawarkan fitur-fitur terintegrasi guna mempermudah pengaturan dan pengendalian keuangan perusahaan. Melalui QLola, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti pembayaran pajak, transfer online, dan pembayaran billing, sekaligus memantau kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh untuk menunjang pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.
“Melalui ekosistem perbankan bisnis yang komprehensif, inovasi digital, serta program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan pasar, BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong UMKM dan perusahaan menengah untuk tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tutup Dippo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





