Akurat Logo

2,3 Juta Anak Indonesia Belum Pernah Diimunisasi, RI Masuk 6 Besar Zero Dose Dunia

Ayu Rachmaningtyas | 11 Mei 2026, 23:59 WIB
2,3 Juta Anak Indonesia Belum Pernah Diimunisasi, RI Masuk 6 Besar Zero Dose Dunia
Ilustrasi imunisasi.

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sebanyak 2,3 juta anak di Indonesia belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali atau masuk kategori zero dose.

Berdasarkan data dua tahun terakhir, jumlah anak zero dose terus meningkat.

Pada 2023 tercatat sebanyak 372.965 anak belum mendapatkan imunisasi dasar, kemudian melonjak menjadi lebih dari 973 ribu anak pada 2024 dan kembali mencapai lebih dari 959 ribu anak pada 2025.

Ketua Tim Kerja Imunisasi Bayi dan Anak Direktorat Imunisasi Kemenkes, Gertrudis Tandy, mengatakan Indonesia kini menempati posisi keenam negara dengan angka zero dose tertinggi di dunia, berada di bawah Ethiopia dan di atas Yaman.

“Zero dose adalah kondisi seorang anak belum atau tidak mendapatkan imunisasi rutin apa pun. Secara operasional dinyatakan apabila anak belum mendapat imunisasi DPT-1 (Difteri, Pertusis, dan Tetanus dosis pertama),” ujar Gertrudis dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan media briefing “Mengejar Anak Zero Dose” di Bandung, Jawa Barat, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, cakupan imunisasi lengkap anak dalam tiga tahun terakhir mengalami tren penurunan yang cukup signifikan.

Pada 2023, cakupan imunisasi bayi lengkap mencapai 95,3 persen. Namun angka tersebut turun menjadi 87,7 persen pada 2024 dan kembali menurun menjadi 80,2 persen pada 2025.

Penurunan juga terjadi pada kelompok anak bawah dua tahun (baduta). Pada 2023, cakupan imunisasi lengkap baduta tercatat 86,6 persen, kemudian turun menjadi 87,3 persen pada 2024 dan kembali menurun menjadi 77,2 persen pada 2025.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0 Persen pada 2026, Fokus Garap 88 Daerah Prioritas

Gertrudis menyebut sejumlah provinsi masih mencatat angka zero dose yang cukup tinggi, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Tahun 2024 Jawa Barat mencatat 102.942 kasus zero dose dan menurun menjadi 67.055 pada 2025. Jawa Tengah dari 40.863 kasus pada 2024 naik menjadi 163.942 pada 2025,” ujarnya.

Sementara itu, Jawa Timur mencatat 108.568 kasus pada 2024 dan masih berada di angka tinggi pada 2025, yakni 108.388 kasus.

Adapun DKI Jakarta mengalami penurunan dari 1.293 kasus menjadi 144 kasus pada 2025.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, mengatakan pihaknya telah menerapkan sejumlah strategi untuk menekan angka zero dose di wilayahnya.

Menurut dia, langkah yang dilakukan antara lain memperkuat mobilisasi lintas sektor melalui kerja sama dengan organisasi keagamaan Persistri, supervisi rutin ke puskesmas dan posyandu, hingga pemanfaatan data digital imunisasi.

“Supervisi rutin dilakukan ke puskesmas dan posyandu, tidak hanya kepada penanggung jawab imunisasi, tetapi juga melibatkan lintas program,” jelas Sony.

Selain itu, Dinkes Kota Bandung juga melakukan cleaning data sasaran imunisasi melalui aplikasi ASIK untuk menyisir anak-anak yang status imunisasinya belum lengkap.

Pihaknya turut menggandeng organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), termasuk menghadirkan Champion Imunisasi dari IDAI.

Sony menambahkan, puskesmas juga melakukan survei cepat komunitas di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah dan jumlah sasaran tinggi bersama kader, RT/RW, kelurahan, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas guna memperluas penjangkauan imunisasi anak.

Baca Juga: Komisi III DPR Desak Polri Kejar Bandar Judi Online Internasional hingga Aktor Pendukungnya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.