Gojek-Kemenkes Kerja Sama Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis untuk Mitra Driver di 17 Kota

AKURAT.CO Gojek bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan memfasilitasi akses program Cek Kesehatan Gratis bagi Mitra Driver.
Kolaborasi ini bertujuan mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit, sekaligus memperluas jangkauan partisipasi masyarakat, termasuk Mitra Driver yang memiliki mobilitas tinggi.
Program ini dimulai sejak Februari hingga Desember 2026, yang dimulai di Palembang dan Bandung. Program ini ditargetkan dapat menjangkau ribuan Mitra Driver di 15 kota lainnya, seperti Jabodetabek, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Lampung, Makassar, Balikpapan, dan Bali.
Baca Juga: Amartha Hadirkan The 2026 Asia Grassroots Forum, Dorong Kesehatan Finansial Ekonomi Akar Rumput
Pada fase peluncuran ini, layanan Cek Kesehatan Gratis dihadirkan langsung di titik-titik aktivitas Mitra, termasuk Rumah Mitra atau kantor operasional Gojek, dengan dukungan tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan.
Ke depan, Mitra Driver juga dapat mengikuti program ini secara mandiri melalui fasilitas layanan kesehatan pemerintah seperti puskesmas di kota-kota setempat, dengan dukungan informasi lokasi dan program yang dapat diakses melalui pesan informasi di aplikasi Gojek Driver.
Melalui program ini, Mitra Driver dapat mengakses layanan pemeriksaan kesehatan, berupa pemeriksaan fisik, mata, tekanan darah, skrining gula darah dan kolesterol, hingga konsultasi kesehatan umum.
Layanan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan lanjutan seperti jantung (EKG), deteksi dini kanker serviks (IVA), donor darah, serta pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan, untuk membantu Mitra mengenali kondisi kesehatannya lebih awal dan mengambil langkah penanganan yang tepat.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan program ini untuk memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis agar menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk lewat pendekatan langsung ke komunitas.
Hingga Mei 2026, program CkG telah diikuti oleh 36 juta peserta secara nasional, dengan 1,86 juta di antaranya berada di Jakarta. Dia ingin program Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu quick win pemerintah, yang benar-benar dimanfaatkan seluas mungkin oleh masyarakat.
Baca Juga: DPRD Jakarta Rancang Aturan Perkuat Layanan Kesehatan, Rumah Sakit Tak Boleh Tolak Pasien
"Pemeriksaan kesehatan seperti ini jika dilakukan secara mandiri bisa memerlukan biaya sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per orang, sehingga sayang apabila kesempatan ini tidak dimanfaatkan," kata Dante, di Rumah Mitra Gojek, Kemang Timur, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, Wakil Direktur Utama & Deputi CEO GoTo Group, Catherine Hindra Sutjahyo, menyampaikan pihaknya mendukung program pemerintah ini dan mendorong partisipasi aktif Mitra Driver.
"Fasilitasi ini merupakan salah satu langkah konkret kami untuk mendukung Asta Cita pemerintah Indonesia pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan akses dan mutu layanan kesehatan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







