Akurat Logo

Bekali Peserta Lemhannas, Gibran Minta Calon Pemimpin Nasional Peka terhadap Persoalan Rakyat

Ayu Rachmaningtyas | 3 Juni 2026, 23:22 WIB
Bekali Peserta Lemhannas, Gibran Minta Calon Pemimpin Nasional Peka terhadap Persoalan Rakyat
Wapres Gibran Rakabuming Raka.

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tahun 2026 di Gedung Utama II, Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Pembekalan tersebut diikuti peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintahan, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga peserta mancanegara yang tengah mengikuti program pendidikan kepemimpinan nasional Lemhannas RI.

Gibran mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia kepemimpinan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Dalam arahannya, Gibran menekankan pentingnya kepekaan para calon pemimpin terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, kebijakan yang baik tidak hanya lahir dari perencanaan yang matang, tetapi juga dari pemahaman yang mendalam terhadap persoalan di lapangan.

“Sebagai para calon pemimpin, ini harus ada kepekaan, peka terhadap apa yang terjadi di akar rumput,” ujar Gibran.

Ia mencontohkan persoalan distribusi pupuk yang selama ini dihambat oleh banyaknya regulasi yang tumpang tindih dan menyulitkan para petani.

Baca Juga: Sempat Diburu KPK, Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri

“Coba bayangkan, ada 145 regulasi terkait pupuk. Sudah susah, mahal, kadang-kadang barangnya tidak ada. Kita tidak ingin itu terjadi lagi,” katanya.

Menurut Gibran, berbagai persoalan tersebut hanya dapat dipahami apabila seorang pemimpin hadir secara langsung dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Karena itu, ia mendorong para peserta Lemhannas untuk lebih sering turun ke lapangan serta membangun komunikasi yang intensif dengan masyarakat guna memperoleh gambaran nyata mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di daerah.

“Itulah kenapa kalau saya di lokasi pasti menyempatkan waktu untuk berdiskusi dengan kepala desa, nelayan, petani. Keluhan mereka banyak sekali dan itu yang harus kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Melalui pembekalan tersebut, Wapres kembali mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik dalam proses perumusan maupun pelaksanaan kebijakan publik.

“Bapak-Ibu harus peka terhadap kondisi terkini. Bangun komunikasi yang baik agar setiap langkah dan setiap mengeksekusi kebijakan benar-benar disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan dapat diterima oleh masyarakat,” pesannya.

Gibran juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta serta berharap para calon pemimpin nasional tersebut dapat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan Syadzily mengatakan para peserta telah mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, kepemimpinan nasional, ketahanan nasional, geopolitik, dan geostrategi.

Ia menjelaskan, tema pendidikan tahun ini diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.

Untuk peserta P3N, tema yang diangkat adalah "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional", sedangkan peserta P4N mengusung tema "Penguatan Ketahanan Pangan untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Rakyat".

Baca Juga: Tips Diet Sehat Alami untuk Pekerja Kantoran: Tetap Bugar di Tengah Kesibukan

Tubagus Ace menambahkan, Lemhannas terus melakukan penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran guna menjawab berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

“Karena itu diperlukan penyesuaian terhadap kurikulum dan metode pembelajaran tanpa mengurangi substansi pendidikan yang menjadi kekuatan utama Lemhannas dalam mencetak para pimpinan nasional di bidang ketahanan nasional, geopolitik global, maupun geostrategi,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.