Menyelami Pola Pikir di Balik Gerak Cepat Prabowo Lewat Buku 'Presiden Solusi'

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan fundamental yang dihadapi masyarakat Indonesia. Dalam kurun 1,5 tahun pemerintahannya, Prabowo berhasil menghadirkan solusi atas 108 permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Hal tersebut terungkap dalam buku berjudul 'Presiden Solusi', yang merangkum 108 persoalan beserta solusi yang dihadirkan pemerintah, mulai dari kelangkaan LPG hingga pupuk.
Buku tersebut ditulis oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari; Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan; serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisis Data Strategis, Agung Gumilar Saputra.
Baca Juga: Said Iqbal Beri Sinyal Demo Buruh Tetap Jalan
Dalam peluncuran buku di Jakarta, Dirgayuza mengatakan bahwa buku tersebut bukan sekadar memuat capaian yang diraih Prabowo dalam waktu singkat, tetapi juga mengajak pembaca untuk memahami gagasan, pendekatan kepemimpinan, serta cara Prabowo dalam mengambil keputusan.
Menurutnya, Prabowo mampu menorehkan capaian tersebut karena meyakini bahwa kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak boleh ditunda. Alasannya, Prabowo ingin masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari berbagai kebijakan pemerintah.
"Bapak Presiden kita, merasa semua harus di-deliver secepat-cepatnya. Karena rakyat enggak bisa menunggu. Rakyat membutuhkan makan hari ini, rakyat membutuhkan pupuk hari ini, rakyat membutuhkan kemudahan hari ini juga. Sekolah-sekolah perlu di-deliver secepat mungkin," ujar Dirgayuza.
Langkah cepat Prabowo tersebut bukan dilakukan tanpa perhitungan yang matang. Dirgayuza mengamati bahwa Prabowo selama ini menggunakan kerangka berpikir Observe, Orient, Decide, and Act (OODA) Loop sebelum mengambil keputusan.
OODA Loop merupakan kerangka kerja pengambilan keputusan yang umum digunakan di lingkungan militer, di mana keputusan strategis diambil berdasarkan kecepatan, kelincahan, dan kemampuan beradaptasi.
Dalam kerangka tersebut, pengambil keputusan umumnya memulai dengan mengumpulkan data, menganalisisnya, menentukan solusi terbaik, lalu mengimplementasikannya.
Baca Juga: Program Prabowo di Jambi Melesat, Sekolah Rakyat Ditargetkan Selesai Juni 2026
Karena menggunakan pendekatan tersebut, Prabowo disebut sangat mengikuti perkembangan informasi. Ketika terdapat fakta atau temuan baru di masyarakat, ia akan mempertimbangkannya sebelum mengambil keputusan yang dinilai paling tepat.
"Jadi kami bekerja dengan beliau, setiap hari kami melihat bagaimana beliau sangat mengikuti perkembangan. Dan tidak akhirnya mengubur fakta yang ditutup-tutupi," imbuhnya.
Menurut Dirgayuza, pola kepemimpinan Prabowo tersebut jarang mendapat sorotan publik. Oleh karena itu, dia bersama Qodari dan Agung memutuskan untuk menuangkannya ke dalam buku 'Presiden Solusi'.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







