Bekerja di Korsel, PMI Diminta Jauhi Judi Online dan Penipuan Digital

AKURAT.CO Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, melepas keberangkatan 133 Pekerja Migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G) Korea Selatan sekaligus membuka Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) bagi 100 calon pekerja migran di Depok, Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Christina mengingatkan para pekerja migran agar bekerja secara profesional, mematuhi aturan di negara penempatan, serta menjaga nama baik Indonesia.
Ia juga berpesan agar para PMI bijak mengelola keuangan, tidak kabur dari tempat kerja, menjauhi praktik judi online, dan mewaspadai berbagai bentuk penipuan digital yang kerap menyasar pekerja migran.
"Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan jagalah nama baik bangsa serta negara Indonesia," kata Christina, dikutip pada Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, keberangkatan ratusan pekerja migran tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang harus dijaga dengan disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan kinerja yang baik selama bekerja di Korea Selatan.
Adapun 133 PMI yang diberangkatkan terdiri atas 100 pekerja sektor perikanan (fishing), 30 pekerja sektor manufaktur, dan tiga pekerja sektor jasa (service) yang berasal dari 11 provinsi di Indonesia.
Sementara itu, 100 calon PMI yang mengikuti Orientasi Pra-Pemberangkatan berasal dari delapan provinsi.
Christina menjelaskan, hingga 8 Juni 2026 jumlah penempatan PMI melalui skema G to G Korea Selatan telah mencapai 2.444 orang. Rinciannya, 1.313 PMI sektor manufaktur, 1.113 PMI sektor perikanan, dan 18 PMI sektor jasa.
Baca Juga: Budiman Sudjatmiko Ungkap Kronologi Ricuh Diskusi di UGM, Ada Lemparan Botol hingga Upaya Pemukulan
Ia berharap jumlah penempatan PMI ke Korea Selatan pada 2026 dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.
Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan disiplin dan profesionalisme pekerja migran Indonesia.
Pasalnya, sejak 2021 hingga 30 April 2026 tercatat sebanyak 3.818 pekerja migran program G to G Korea Selatan mengundurkan diri dari pemberi kerja sebelum masa kontraknya berakhir.
"Di tengah kebijakan Korea Selatan yang cenderung mengurangi kebutuhan tenaga kerja asing, tunjukkan bahwa kalian profesional dan dapat dipercaya agar peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia tetap terjaga," ujarnya.
Selain bekerja secara profesional, Christina juga mendorong para PMI memanfaatkan masa bekerja di luar negeri untuk meningkatkan kompetensi dan pendidikan, termasuk melanjutkan studi hingga jenjang sarjana.
Menurutnya, pengalaman kerja dan peningkatan kapasitas diri selama berada di luar negeri akan menjadi modal penting ketika kembali ke Indonesia.
"Kesempatan bekerja di luar negeri harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan pendidikan. Bekal inilah yang nantinya akan menjadi modal ketika kembali ke Indonesia," tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia melalui berbagai layanan yang disediakan Kementerian P2MI selama mereka bekerja di luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 2Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 3Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan: Analisis Lengkap, Head to Head, dan Susunan Pemain
- 4Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 5Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI dan HP via Aplikasi Streaming
- 6Prediksi Skor Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026, Lengkap dengan Riwayat Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Prancis vs Senegal: Les Bleus Lebih Diunggulkan, Mampukah Singa Teranga Ulangi Kejutan Bersejarah?
- 8Prediksi Skor Portugal vs Nigeria: Skor, Head to Head, Susunan Pemain, dan Analisis Peluang Menang Jelang Piala Dunia 2026
- 9Open House Sekolah Rakyat, Mensos Beri Gambaran Utuh Proses Pendidikan bagi Calon Siswa dan Orang Tua
- 10Lewat Kebijakan Strategis, Pemerintah Terus Perkuat Kepercayaan Pasar





