Prabowo: Bangsa yang Elitenya Bisa Kerja Sama, Itu Bangsa yang Bangkit

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengingatkan pentingnya persatuan, kesatuan, serta kerja sama di antara para elite bangsa sebagai kunci agar Indonesia mampu mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
Di hadapan ribuan guru besar, ilmuwan, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, Prabowo mengatakan bahwa masing-masing boleh saja memiliki latar belakang yang berbeda, baik suku, agama, profesi, pengalaman, keahlian, maupun cara pandang.
Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 serta Sarasehan Kebangsaan bersama 2.600 rektor, dekan, dan dosen perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) se-Indonesia, di Jakarta Convention Center, Jakarta.
Baca Juga: Masyarakat Harus Jaga Persatuan dan Optimisme Menuju Indonesia Emas 2045
Namun di tengah berbagai perbedaan tersebut, dia mengingatkan pentingnya mencari titik-titik persamaan. Menurutnya, hal itu diperlukan agar seluruh elemen bangsa dapat bekerja sama mencapai tujuan bersama, yakni kemajuan bangsa dan optimalisasi potensi Indonesia.
"Bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, itu bangsa yang bangkit. Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya," kata Prabowo, dikutip Sabtu (27/6/2026).
Pandangan tersebut berangkat dari pelajaran tentang sejarah dunia, yang menunjukkan bahwa bangsa yang para elitenya terus terjebak dalam perpecahan akan sulit mencapai kemajuan.
Da pun mencontohkan sejumlah konflik berkepanjangan di berbagai belahan dunia, seperti di Ukraina, Lebanon, dan kawasan Teluk Arab, yang salah satu faktor penyebabnya adalah kegagalan para elite di masing-masing wilayah untuk membangun kerja sama.
"Dari apa yang saya pelajari dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, itu bangsa itu berhasil. Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya. Ini sejarah mengajarkan sampai hari ini," ucapnya.
Karena itu, Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama demi pembangunan bangsa di tengah berbagai perbedaan. Hal tersebut menjadi sangat penting bagi Indonesia sebagai negara demokrasi, yang menempatkan kedaulatan rakyat sebagai prinsip utama.
Baca Juga: Prabowo Soroti Konflik Pascapemilu: Setiap Pemilihan Gaduh, Kapan Rakyat Sejahtera?
Dia juga pasti akan selalu ada pihak yang puas maupun tidak puas terhadap hasil yang dicapai dalam demokrasi. Karenanya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menciptakan kegaduhan yang justru menghambat pembangunan.
"Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh? Habis tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita? Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa?" tegasnya.
Untuk itu Prabowo mengajak masyarakat, termasuk kalangan perguruan tinggi, untuk kembali merenungkan makna demokrasi dan mengesampingkan berbagai perbedaan demi mencapai kemajuan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









