Kebersamaan Prabowo hingga Puan di Hadapan PM India Jadi Pesan Persatuan Indonesia

AKURAT.CO Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, mengungkap isi obrolan hangat dan tawa bersama Presiden Prabowo Subianto; Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka; Ketua DPR RI Puan Maharani; dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani, saat menyambut kunjungan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi.
Menurutnya, suasana akrab tersebut mencerminkan semangat kebersamaan para pemimpin bangsa di tengah dinamika politik dalam negeri maupun situasi global yang masih penuh ketidakpastian.
"Oh iya, kami kan bukan orang partai ya, saya di DPD. Saya mau sampaikan bahwa tidak ada hal yang lebih penting lagi sekarang selain menjaga bagaimana kerukunan, kebersamaan, gotong royong kita semua lintas generasi, lintas posisi, lintas kepentingan untuk satu tujuan," kata Sultan kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Prabowo: Candi Prambanan Jadi Simbol Hubungan Peradaban RI-India Selama Lebih dari 1.000 Tahun
Dia mengatakan, Indonesia membutuhkan persatuan yang kuat mengingat kondisi dunia hingga saat ini masih belum stabil. Dengan keberagaman yang dimiliki Indonesia, menurutnya, komitmen menjaga kebersamaan harus terus diprioritaskan.
"Pada saat situasi dunia sekarang yang belum sampai detik ini juga kita tahu belum stabil, satu hal yang paling dibutuhkan oleh bangsa kita dengan keanekaragaman yang luar biasa adalah komitmen kebersamaan tanpa ada sekat partai politik, tanpa ada sekat posisi," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo dan PM Modi Sepakati Restorasi Candi Prambanan, Ditargetkan Selesai dalam 10 Tahun
Semangat persatuan itu juga ditunjukkan saat Indonesia menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Modi. Menurutnya, para pemimpin nasional ingin memperlihatkan bahwa kepentingan bangsa berada di atas dinamika politik.
"Pada saat kita bicara tentang Indonesia, seperti kemarin kita menerima Perdana Menteri India sebagai sebuah negara yang sangat besar, kita tunjukkan juga bahwa sedinamis apa pun politik dalam negeri, sedinamis apa pun demokrasi kita, tetapi tetap untuk sebuah kepentingan yang lebih besar kita jaga itu," katanya.
Dia menambahkan, para pemimpin negara berkomitmen menjaga semangat persaudaraan dan gotong royong sebagai modal utama menghadapi berbagai tantangan global. "Kita guyub, kita bersatu, kita gotong royong, kita jaga betul persaudaraan kita. Intinya itu," pungkas Sultan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









