Lewat Konsensus 5 Poin, Indonesia-Thailand Dorong ASEAN Ciptakan Perdamaian di Myanmar

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa Indonesia dan Thailand sepakat untuk terus mendorong peran ASEAN dalam mewujudkan perdamaian berkelanjutan di Myanmar. Menurut kedua negara, krisis politik dan kemanusiaan yang terjadi di Myanmar harus segera disudahi.
"Indonesia dan Thailand akan terus bekerjasama mendorong ASEAN untuk memainkan peran yang konstruktif dalam mendukung terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Myanmar," ujar Prabowo dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Selasa (4/8/2026).
Kedua negara pun mendukung upaya ASEAN, agar Myanmar mengimplementasikan Konsensus Lima Poin (5PC) dan menghentikan kekerasan terhadap warga sipil.
"Kami sepakat mendukung upaya ASEAN untuk mendorong implementasi Five-Point Consensus melalui dialog yang inklusif, penghentian kekerasan, dan peningkatan akses kemanusiaan," kata Prabowo.
Akibat krisis yang terjadi, saat ini pergerakan Myanmar dalam ASEAN dibatasi. ASEAN juga sudah menyerukan agar Myanmar segera mengimplementasikan 5PC demi memulihkan perdamaian.
Pada kesempatan itu, Prabowo dan PM Thailand juga membahas situasi di Timur Tengah. Kedua negara berpandangan bahwa konflik di kawasan tersebut mesti diselesaikan lewat diplomasi dan penghormatan pada hukum internasional.
"Kami juga bertukar pandangan mengenai perkembangan di Timur Tengah, dan menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog diplomasi serta penghormatan kepada hukum internasional," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








