Buntut Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Sabu, Komisi III DPR Minta Jalur Khusus Kru Pesawat Diperketat

AKURAT.CO Pengawasan di jalur khusus kru pesawat di seluruh bandara Indonesia harus diperketat, menyusul terbongkarnya upaya penyelundupan narkotika oleh seorang pilot asal Malaysia baru-baru ini.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menegaskan kasus tersebut menjadi peringatan bahwa jalur yang selama ini digunakan awak pesawat juga harus diawasi secara ketat, agar tidak dimanfaatkan untuk menyelundupkan barang terlarang.
"Kalau dengan kejadian ini kan semestinya memang jalur itu ketat juga, enggak sembarangan. Tapi jangan lengah, tetap melakukan pengawasan di jalur khusus untuk di semua bandara yang ada di Republik ini," kata Sahroni kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Protes Pilot WNA Bawa Narkoba Lolos Imigrasi: Kok Bisa?
Dia juga mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yang berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 26 kilogram sabu oleh pilot tersebut. Keberhasilan itu menunjukkan petugas tetap sigap melakukan pemeriksaan, termasuk terhadap jalur yang lazim digunakan kru penerbangan.
"Kita apresiasi kepada petugas Bea Cukai. Jeli dengan apa yang telah dilakukan oleh para pihak. Yang lolos kan dari negara asalnya ke kita. Itu menjadi apresiasi buat Bea Cukai, menganalisa dalam aspek pengamanan jalur yang dipakai yang biasa oleh para kru, dia tidak lengah," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan terhadap peredaran narkotika di Indonesia. "Luar biasa Bea Cukai, dan ini menjadi bagian dari bagaimana pengamanan hal-hal terkait narkotika. Kita harus jaga terus ini, kita harus awasi," katanya.
Selain itu, Sahroni juga menyoroti informasi bahwa pilot tersebut diduga positif mengonsumsi narkotika saat bertugas menerbangkan pesawat. Kondisi tersebut sangat membahayakan keselamatan penumpang, sehingga dia meminta maskapai memastikan seluruh pilot menjalani pemeriksaan secara ketat sebelum bertugas.
"Itu pentingnya untuk mengecek para pilot. Minum minuman alkohol enggak boleh, apalagi narkotika. Sebisa mungkin Indonesia punya pilot yang baik-baik yang harus dijaga, yang enggak boleh melakukan hal-hal yang menyebabkan nyawa penumpang menjadi taruhannya," tegas Sahroni.
Baca Juga: Pilot Kurir Narkoba
Sebelumnya, Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, menggagalkan upaya penyelundupan 26 kilogram narkotika golongan I jenis MDMA atau ekstasi yang diduga dibawa seorang pilot maskapai internasional berkewarganegaraan Malaysia.
Pengungkapan kasus tersebut terjadi di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (29/7/2026). Selain 26 kilogram MDMA, petugas juga menemukan 4 gram metamfetamin di dalam tas milik pelaku.
Berdasarkan informasi yang diterima, pilot berinisial MSO itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta menggunakan penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia. Identitas maskapai dan nomor penerbangan belum dipublikasikan karena penyidik masih melakukan pengembangan melalui metode controlled delivery.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









