Kementrans Terjunkan 1.476 Sarjana hingga Profesor untuk Bangun 53 Kawasan Transmigrasi

AKURAT.CO Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menerjunkan 1.476 patriot bangsa, yang terbagi dalam 246 tim, ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari komitmen Transmigrasi Patriot untuk mendorong pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Juru Bicara Kementrans, Eva Julianti Yunizar, mengatakan pembangunan kawasan tidak boleh lagi mengabaikan peran penting dari keterlibatan para akademisi dan masyarakat lokal.
"Kalau kita bicara tentang pembangunan, pertanyaannya bukan hanya apa yang dibangun, tetapi siapa yang ikut membangunnya. Melalui Transmigrasi Patriot, 1.476 patriot bangsa dalam 246 tim hadir di 53 kawasan transmigrasi prioritas," ujar Eva dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga: Ekspedisi Patriot, Negara Hadir Bangun Kawasan Transmigrasi Lewat Ilmu Pengetahuan
Para patriot yang terdiri dari lulusan sarjana hingga profesor ini membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menindaklanjuti hasil riset sebelumnya. Langkah ini dilakukan sekaligus untuk mendampingi masyarakat secara langsung dalam mengoptimalkan potensi kawasan.
Program ini dirancang agar tidak berjalan sepihak, melainkan menjadi wadah kolaborasi aktif antara berbagai pihak yang berkepentingan.
Baca Juga: AHY Ingin Kawasan Transmigrasi Jadi Magnet Investasi: Bukan Lagi Sekadar Relokasi Penduduk
"Transmigrasi Patriot bukan tentang membangun daerah tanpa melibatkan masyarakat. Program ini mempertemukan masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan para patriot untuk tumbuh bersama," tambah Eva.
Kementrans menekankan bahwa hasil akhir dari program ini diproyeksikan untuk memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar, bukan sekadar pemenuhan beban administratif.
"Tujuannya bukan sekadar menghasilkan laporan, tetapi memastikan pengetahuan dan inovasi dapat diterapkan dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Karena Indonesia yang maju adalah Indonesia yang tumbuh bersama," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







