Kemendikdasmen Salurkan Santunan Rp305 Juta bagi Guru dan Murid Korban Gempa di Ngada dan Nagekeo

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan santunan dengan total senilai Rp305 juta, kepada guru dan murid yang menjadi korban gempa bumi di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan bagi keluarga korban sekaligus membantu meringankan beban guru dan murid yang mengalami luka-luka.
Santunan Rp25 juta diberikan untuk satu guru yang meninggal dunia sebesar Rp10 juta, dan tiga murid yang meninggal dunia akibat bencana masing-masing Rp5 juta. Sementara itu, santunan sebesar Rp270 juta diberikan kepada guru yang mengalami luka-luka, dan Rp10 juta kepada murid yang mengalami luka-luka.
Baca Juga: Kemendikdasmen Gelontorkan Bantuan Rp860 Juta untuk 61 Sekolah Terdampak Gempa NTT
Saat mengunjungi SD Inpres Ngelapadhi, Abdul Mu'ti juga berinteraksi langsung dengan para murid dan guru. Salah satu guru korban gempa dari TKN Libunio, Maria Epivania Getrudis, juga menceritakan pengalaman yang tidak terlupakan saat gempa terjadi.
Saat itu, Maria dan suaminya sedang tertidur sebelum terbangun oleh teriakan anggota keluarga yang memperingatkan bahwa gempa sedang terjadi. "Kami langsung lari keluar. Kami tidak melihat lagi apa yang kami injak. Sempat jatuh karena ada tangga, tetapi tetap lari sekitar 100 meter sampai ke tempat kosong," tutur Maria.
Setelah berada di tempat aman, Maria baru menyadari bahwa dirinya dan anggota keluarga mengalami luka. Hingga kini, pengalaman tersebut masih membuatnya waspada. Getaran kecil terkadang membuatnya spontan berpikir bahwa gempa kembali terjadi.
Abdul Mu'ti juga turut merespons cerita Maria dengan memberikan apresiasi atas keteguhan para guru yang tetap menjalankan tugas di tengah situasi pascagempa. "Bapak ibu sudah menjadi guru yang hebat, membangkitkan semangat dan mencerdaskan anak-anak kita," ujar Mendikdasmen.
Di tengah suasana pascagempa yang masih menyisakan trauma, para murid menyambut hangat kedatangan Mendikdasmen dengan lagu Rukun Sama Teman. Tidak hanya mendengarkan, Mendikdasmen turut menyanyikan lagu tersebut bersama para murid.
Baca Juga: Mendagri: Bantuan Kemasyarakatan Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT Sudah Ditransfer
Dia kemudian menyapa dan berdialog dengan anak-anak dan menanyakan cita-cita mereka. Salah seorang murid dengan percaya diri menjawab, "cita-cita saya menjadi TNI," jawabnya.
Jawaban sederhana tersebut disambut dengan respons positif dari Mendikdasmen. "Terus semangat belajar, tidak menyerah, dan jangan takut untuk bercita-cita tinggi," ungkapnya.
Percakapan itu menjadi momen kecil yang memperlihatkan bahwa di tengah situasi pascabencana, anak-anak tetap memiliki mimpi dan harapan untuk masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









