Akurat Logo

Mendikdasmen Serahkan Kasus Temuan Senjata di Sekolah Jaksel ke Kepolisian

Ayu Rachmaningtyas | 11 Agustus 2026, 17:48 WIB
Mendikdasmen Serahkan Kasus Temuan Senjata di Sekolah Jaksel ke Kepolisian
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, menyebut pembagian buku kepada siswa sebagai upaya memperluas akses bacaan berkualitas. - Foto: Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menanggapi temuan ratusan senjata api di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia pun telah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan pihak terkait untuk mencari penyelesaian atas temuan tersebut.

"Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah. Intinya begini, pertama, kalau kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak sehingga mereka tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman," kata Mu'ti, dikutip Selasa (11/8/2026).

Terkait temuan senjata tersebut, dia menyerahkan penjelasan mengenai jenis, jumlah, serta penanganannya kepada aparat kepolisian. "Yang kedua, terkait dengan adanya temuan itu, mungkin aparatur keamanan, dalam hal ini kepolisian, yang lebih punya otoritas untuk menjelaskan. Itu saja," ujarnya.

Baca Juga: Temuan Ratusan Senpi di Sekolah Swasta Jakarta Harus Diusut Tuntas dan Transparan

Sementara untuk pengawasan terhadap sekolah menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai dengan pembagian kewenangan yang berlaku. Pihaknya pun terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari langkah penyelesaian atas persoalan tersebut.

"Kami sudah komunikasi, kami sudah komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan sedang dicari jalan keluarnya," tegasnya.

Sebelumnya, ratusan senjata ditemukan di sebuah ruangan di sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Temuan tersebut pertama kali terungkap setelah pihak sekolah bersama kepolisian membuka ruangan yang telah lama terkunci.

Baca Juga: Pramono Kecam Penemuan Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta: Yayasan Ini Beri Contoh yang Tidak Baik

Jumlah senjata yang diberitakan mencapai sekitar 995 hingga 996 unit. Polisi kemudian menjelaskan bahwa tidak seluruh barang tersebut merupakan senjata api.

Dari ratusan senjata yang ditemukan, polisi menyebut hanya satu pucuk yang diduga merupakan senjata api, sedangkan lainnya berupa senapan angin atau senjata sejenis.

Selain senjata, polisi juga menemukan sejumlah barang lain di ruangan tersebut, termasuk amunisi dan barang yang berkaitan dengan senjata. Dalam perkembangan kasusnya, kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul serta kepemilikan barang-barang tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.