DPR Titip Harapan ke Ketum Baru PBNU: Perkuat Organisasi dan Jadi Perekat Umat

AKURAT.CO Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis massa tradisional terbesar di Indonesia. Untuk itu, kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan dapat membawa NU semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, berharap kepengurusan baru mampu menjawab harapan warga Nahdliyin untuk mengembalikan dan memperkuat kekuatan organisasi.
"Ya, kita ucapkan selamat ya kepada Rais Aam terpilih dan Ketua Umum PBNU. Semoga bisa membawa harapan warga Nahdliyin semua, karena NU ini organisasi massa yang punya basis tradisional yang terbesar di Indonesia," kata Cucun, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Purna Tugas dari PBNU, Ini yang Dilakukan Gus Yahya
Menurutnya, warga Nahdliyin selama ini berharap NU dapat semakin berkembang sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi zaman.
"Harapan warga Nahdliyin selama ini, bagaimana mengembalikan kekuatan apa organisasi ini yang mereka punya apa harapan ingin lebih maju, kemudian juga bisa adaptif dengan perkembangan kondisi zaman sekarang," ujarnya.
Cucun juga berharap, NU dapat menjalankan peran sebagai perekat di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga kesejukan umat di tengah kondisi bangsa saat ini.
Baca Juga: Greg Barton Sebut Izin Hadir di Muktamar NU ke-35 Dicabut Rais Aam Syuriah PBNU
Dia menilai, peran tersebut menjadi penting bagi organisasi kemasyarakatan seperti NU yang memiliki basis massa besar di Indonesia.
"Itu kan tugas-tugas ormas apalagi NU yang punya basis massa yang kuat ya," pungkas Cucun.
Sebelumnya, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru untuk masa khidmat 2026–2031.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









