Akurat Logo

DPR Titip Harapan ke Ketum Baru PBNU: Perkuat Organisasi dan Jadi Perekat Umat

Putri Dinda Permata Sari | 1 September 2026, 23:04 WIB
DPR Titip Harapan ke Ketum Baru PBNU: Perkuat Organisasi dan Jadi Perekat Umat
Gus Kikin Ditetapkan sebagai Ketum PBNU 2016-2031 - Dok. Akurat.co

AKURAT.CO Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis massa tradisional terbesar di Indonesia. Untuk itu, kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan dapat membawa NU semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, berharap kepengurusan baru mampu menjawab harapan warga Nahdliyin untuk mengembalikan dan memperkuat kekuatan organisasi.

"Ya, kita ucapkan selamat ya kepada Rais Aam terpilih dan Ketua Umum PBNU. Semoga bisa membawa harapan warga Nahdliyin semua, karena NU ini organisasi massa yang punya basis tradisional yang terbesar di Indonesia," kata Cucun, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: Purna Tugas dari PBNU, Ini yang Dilakukan Gus Yahya

Menurutnya, warga Nahdliyin selama ini berharap NU dapat semakin berkembang sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi zaman.

"Harapan warga Nahdliyin selama ini, bagaimana mengembalikan kekuatan apa organisasi ini yang mereka punya apa harapan ingin lebih maju, kemudian juga bisa adaptif dengan perkembangan kondisi zaman sekarang," ujarnya.

Cucun juga berharap, NU dapat menjalankan peran sebagai perekat di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga kesejukan umat di tengah kondisi bangsa saat ini.

Baca Juga: Greg Barton Sebut Izin Hadir di Muktamar NU ke-35 Dicabut Rais Aam Syuriah PBNU

Dia menilai, peran tersebut menjadi penting bagi organisasi kemasyarakatan seperti NU yang memiliki basis massa besar di Indonesia.

"Itu kan tugas-tugas ormas apalagi NU yang punya basis massa yang kuat ya," pungkas Cucun.

Sebelumnya, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru untuk masa khidmat 2026–2031.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.