Akurat Logo

Absen Agenda KTT ASEAN-Rusia Juni Lalu, Prabowo Minta Maaf ke Putin

Putri Dinda Permata Sari | 3 September 2026, 14:32 WIB
Absen Agenda KTT ASEAN-Rusia Juni Lalu, Prabowo Minta Maaf ke Putin
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin. - Foto: Setpres

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, karena tidak dapat menghadiri peringatan Hari Nasional Federasi Rusia dan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada Juni 2026.

Saat menghadiri jamuan santap siang bersama Putin di Vladivostok, Rusia, dia mengatakan ketidakhadirannya dalam dua agenda tersebut disebabkan persoalan dalam negeri yang tidak dapat ditinggalkan.

"Pertama, izinkan saya untuk menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada tanggal 12 Juni 2026, juga atas penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada tanggal 18 Juni 2026," kata Prabowo, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Makan Siang Bersama Putin, Prabowo Komitmen Tingkatkan Kerja Sama dengan Rusia

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan," ujarnya.

Prabowo mengatakan, kunjungannya ke Vladivostok saat ini menjadi bentuk pemenuhan komitmen setelah sebelumnya tidak dapat menghadiri kedua agenda tersebut. "Tapi, saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang," kata Prabowo, kemudian disambut senyum hangat Presiden Putin.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Putin atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan selama kunjungannya ke Vladivostok. Menurutnya, Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam selama lebih dari lima dasawarsa.

Prabowo juga menyampaikan kebanggaan Indonesia karena hubungan bilateral kedua negara meningkat menjadi kemitraan strategis pada tahun lalu. Suatu kehormatan bagi Indonesia dapat berpartisipasi dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.

"Dan, sekali lagi kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum) ke-11," ujarnya.

Baca Juga: EEF ke-11 Jadi Jembatan Perkuat Kerja Sama dan Konektivitas Indonesia-Rusia

Menurutnya, forum tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan. Indonesia dan Rusia sama-sama merupakan negara Pasifik. Karena itu, konektivitas dan kerja sama maritim menjadi hal penting, khususnya bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

"Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita," katanya.

Prabowo juga menyebut hubungan Indonesia dan Rusia terus mengalami peningkatan, termasuk dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.