Kemhan Soal Pembinaan 121 Pelajar Eks Demo: Bukan Komcad, Bukan Pendidikan Militer

AKURAT.CO Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan, pembinaan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) bagi pelajar yang ditangkap dalam aksi unjuk rasa 27 Agustus 2026, merupakan pembinaan yang positif kepada generasi muda.
Khususnya untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, wawasan kebangsaan serta membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membantah kegiatan ini sebagai bentuk hukuman. Melainkan bentuk pendidikan dan pembinaan, agar para generasi muda memiliki bekal yang lebih baik untuk melanjutkan sekolah maupun kehidupan sosialnya.
"Perlu kami luruskan terlebih dahulu bahwa program ini bukan bentuk hukuman terhadap pelajar karena mengikuti demonstrasi, bukan Komponen Cadangan (Komcad), dan bukan pendidikan militer. Kemhan menyelenggarakan pembinaan Bela Negara KKRI sebagai program pembinaan karakter generasi muda," kata Rico saat dihubungi Akurat.co, Jumat (11/9/2026).
Kegiataan pembinaan ini amatlah penting karena Bela Negara tidak hanya identik dengan kegiatan militer. Melainkan pembentukan sikap sebagai warga negara yang disiplin, bertanggung jawab, menghargai orang lain, memahami hak dan kewajiban, produktif serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan lingkungannya.
"Hak setiap warga negara, termasuk generasi muda, untuk menyampaikan pendapat tetap harus dihormati. Karena itu, keikutsertaan dalam pembinaan ini tidak ditempatkan sebagai sanksi atas penyampaian pendapat atau partisipasi dalam demonstrasi," ujarnya.
Saat ini, jumlah peserta yang mengikuti program tersebut sebanyak 121 pelajar yang berasal dari berbagai wilayah di Jakarta dan daerah sekitarnya. Meski demikian, 121 peserta yang mengikuti pendidikan Bela Negara ini bukan seluruhnya merupakan pelajar yang diamankan dalam aksi ujuk rasa 27 Agustu lalu.
"Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jakarta dan daerah sekitarnya. Untuk data rinci mengenai usia, jenis kelamin dan asal wilayah masing-masing peserta, kami perlu menyesuaikan dengan hasil verifikasi terakhir agar data yang disampaikan akurat. Yang juga perlu digarisbawahi, angka 121 tersebut tidak berarti seluruhnya merupakan pelajar yang diamankan dalam demonstrasi 27 Agustus," jelasnya.
Baca Juga: Indonesia-Uzbekistan Bahas Pertukaran Pelajar dan Penguatan Pendidikan Islam
Materi yang diberikan pun cukup meluas. Selain Pancasila, nilai dasar bela negara, wawasan kebangsaan dan sejarah perjuangan bangsa, peserta memperoleh pembinaan budi pekerti, mental dan karakter, kedisiplinan, pembinaan jasmani serta dinamika kelompok.
Selain itu, terdapat literasi digital, pelatihan IT dan desain grafis, pemahaman konflik sosial, edukasi mengenai bahaya narkoba dan terorisme, serta kegiatan edukatif lainnya.
"Harapan kami sederhana, setelah mengikuti program ini para peserta kembali ke keluarga, sekolah dan lingkungannya dengan kepercayaan diri, kedisiplinan dan keterampilan yang lebih baik, mampu mengambil keputusan secara lebih bertanggung jawab, serta mempunyai motivasi untuk melanjutkan pendidikan dan merencanakan masa depannya secara positif," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







