Kemhan Apresiasi 49 Kementerian Lembaga dalam Pembentukan Komcad ASN

AKURAT.CO Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, menyampaikan apresiasi kepada 49 kementerian dan lembaga yang terlibat dalam proses pembentukan komponen cadangan (Komcad) ASN.
Dia mengatakan, keterlibatan para pimpinan kementerian hingga jajaran staf menunjukkan kerja sama yang berjalan baik dalam mendukung program pertahanan negara.
"Ini menunjukkan bahwa kementerian dan lembaga beserta stafnya telah bekerja sama dengan baik, khusus komponen cadangan ini, menyiapkan calon peserta, kemudian mendampingi dan mengarahkan sampai kita berkumpul dalam apel pelepasan di Monas pagi hari ini," kata Gabriel saat memimpin apel pelepasan calon Komcad ASN mengikuti Lemdik di Monas, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Kemhan: 2.019 Komcad ASN Akan Ikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran pada 22 April 2026
Dia menuturkan, para ASN yang diberangkatkan akan mengikuti seleksi kompetensi di enam lembaga pendidikan Kementerian Pertahanan dan TNI, meliputi aspek mental ideologi, psikologi, dan kesehatan.
"Seleksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa ASN calon komponen cadangan merupakan warga negara yang memiliki kesiapan baik fisik dan mental dalam mengikuti latihan dasar kemiliteran," ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada tahap seleksi, namun berlanjut hingga pendidikan dan pelatihan dasar militer serta penetapan sebagai komponen cadangan.
Pembentukan Komcad merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan negara di tengah dinamika ancaman yang semakin kompleks. Pertahanan negara bertujuan untuk melindungi kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman.
"Ini awal untuk kita melakukan kolaborasi, melakukan konsolidasi secara bersama untuk keberlanjutan sampai dengan pentahapan pengumpulan data, sampai dengan proses pendidikan dan latihan dasar militer," ujarnya.
Baca Juga: 2000 Komcad ASN Jalani Apel Jelang Pelatihan di Lembaga Pendidikan
Dia menambahkan, sinergi antara Kementerian Pertahanan dengan kementerian dan lembaga lain menjadi langkah strategis dalam membangun kekuatan pertahanan nasional. Program ini juga disebut sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Pada gelombang pertama sebanyak 2.000 aparatur sipil negara akan mengikuti program ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan negara," tuturnya.
Gabriel juga mengingatkan kementerian dan lembaga untuk memanfaatkan data hasil seleksi, khususnya kesehatan, sebagai bahan evaluasi internal untuk pembenahan dan perbaikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







