Mekari Jurnal Tawarkan Pengelolaan Keuangan agar Lebih Profit di Tengah Kenaikan Biaya Impor

AKURAT.CO Aktivitas perdagangan Indonesia terus bergerak, namun kenaikan biaya impor bahan baku membawa tantangan tersendiri bagi bisnis yang bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor bahan baku/penolong Indonesia pada Januari - Juli 2026 mencapai USD116,70 miliar atau naik 20,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, seiring fluktuasi nilai tukar rupiah yang turut menekan struktur biaya bisnis.
Dalam kondisi ini, kemampuan bisnis mengetahui dan mengendalikan harga pokok penjualan (HPP) serta profitabilitas secara real-time menjadi faktor penentu daya tahan usaha, khususnya bagi sektor yang bergantung pada pasokan impor.
Chief Executive Officer (CEO) Mekari, Suwandi Soh, mengatakan bisnis di Indonesia tidak bisa hanya mengendalikan pergerakan kurs atau kebijakan tarif dagang global, tetapi juga bisa mengendalikan seberapa cepat dan akurat mereka mengetahui dampaknya terhadap HPP dan margin.
"Ketika biaya bahan baku dan nilai tukar bergerak naik-turun dalam hitungan bulan, bisnis yang bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling cepat tahu angka mereka sendiri. Itu yang coba kami hadirkan lewat Mekari Jurnal: kontrol dan kejelasan finansial yang konsisten, apa pun kondisi di luar sana," kata Suwandi, Selasa (15/9/2026).
Kecepatan tersebut didukung oleh analisis laporan berbasis kecerdasan buatan (AI) di Mekari Jurnal, yang mengubah data mentah menjadi insight yang mudah dipahami dalam hitungan detik, bahkan bagi tim yang tidak seluruhnya berlatar belakang akuntansi.
"Jadi, AI tidak menggantikan pengambilan keputusan manusia, melainkan mempercepat proses sampai ke titik tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Jaringan Bisnis Summarecon: Dari Kelapa Gading hingga 9 Kawasan Kota Mandiri
Saat ini, ada lebih dari 55.000 klien lintas industri yang mempercayakan pengelolaan keuangannya kepada Mekari Jurnal. Di tengah tekanan biaya yang tergambar dari data BPS di atas, berikut bagaimana pelanggan Mekari Jurnal dari berbagai sektor merasakannya secara langsung.
Kenaikan Impor Bahan Baku Tekan Struktur Biaya Bisnis
Kategori impor bahan baku dan barang penolong adalah komponen yang paling langsung mempengaruhi harga pokok penjualan (HPP) bagi bisnis manufaktur dan trading. Sehingga kenaikan 18,38 persen ini, otomatis menekan margin bisnis yang tidak memiliki visibilitas biaya secara real-time.
Tekanan ini diperparah oleh pergerakan nilai tukar Rupiah yang sempat melemah ke kisaran Rp20.400 - 21.000 per USD pada Mei - Juni 2026, sebelum menguat kembali ke kisaran Rp17.700 - 17.900 pada Agustus - September 2026. Angka ini mengilustrasikan volatilitas kurs yang tidak bergerak satu arah dan sulit diprediksi bisnis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








