55 Persen Lansia Indonesia Masih Bekerja, 85 Persen di Sektor Informal

AKURAT.CO Bagi sebagian orang, usia lanjut berarti mulai mengurangi aktivitas kerja dan menikmati hasil yang dikumpulkan selama puluhan tahun. Namun, gambaran itu belum sepenuhnya berlaku di Indonesia. Sebanyak 55,32% lansia Indonesia masih bekerja, dan sekitar 84,75% dari lansia yang bekerja berada di sektor informal.
Angka tersebut tidak otomatis berarti seluruh lansia bekerja karena kesulitan ekonomi. Sebaliknya, data ini menunjukkan bahwa pekerjaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat lanjut usia. Persoalan yang kemudian muncul adalah seberapa stabil pendapatan mereka dan seberapa kuat perlindungan yang dimiliki ketika kemampuan bekerja mulai menurun.
Lebih dari separuh lansia Indonesia masih bekerja, sementara 84,75% lansia pekerja berada di sektor informal. Kondisi ini membuat isu kesiapan pendapatan, perlindungan sosial, dan dana pensiun semakin penting. Bekerja di usia lanjut tidak otomatis berarti seseorang tidak sejahtera, tetapi menunjukkan bahwa masa tua di Indonesia masih memiliki keterkaitan kuat dengan kemampuan seseorang menghasilkan pendapatan.
Bekerja Saat Sudah Lansia
Berdasarkan riset DBS Foundation berjudul Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?, proporsi penduduk lansia Indonesia telah mencapai 12% pada 2025. Angka itu diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 20% pada 2045.
Artinya, ketika jumlah lansia semakin besar, pekerjaan juga masih menjadi bagian dari kehidupan ekonomi lebih dari separuh kelompok tersebut.
Ada beberapa kemungkinan di balik keputusan seseorang untuk tetap bekerja pada usia lanjut. Seseorang bisa saja ingin tetap produktif, mempertahankan aktivitas yang sudah dijalankan selama bertahun-tahun, menjalankan usaha sendiri, atau masih mengandalkan pendapatan dari pekerjaan.
Karena sumber data tidak menjelaskan motif masing-masing lansia, angka 55,32% tidak tepat jika langsung diterjemahkan sebagai bukti bahwa mayoritas lansia bekerja karena terpaksa.
Yang lebih penting adalah melihat jenis pekerjaan dan sumber pendapatan yang menopang kehidupan mereka.
Baca Juga: Apa Nama Instrumen Skrining Risiko Jatuh pada Lansia? Kenali TUG Test dan Cara Pemeriksaannya
Baca Juga: Kategori Usia Menurut WHO: Bayi, Anak, Remaja, Dewasa hingga Lansia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





