Komisi IX DPR Kritisi BGN yang Sebut Guru dan Orang Tua Bikin Gaduh Soal Keracunan MBG: Ini untuk Cari Keadilan

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi PDIP, Charles Honoris, mengkritisi pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang menyebut guru, wartawan, turut membuat gaduh terkait kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia menilai, guru maupun orang tua yang menyampaikan kasus keracunan yang dialami anak-anak bukan bertujuan membuat kegaduhan. Penyampaian kondisi di lapangan diperlukan untuk mencari kebenaran dan keadilan, sekaligus mendorong pemerintah memperbaiki pelaksanaan program MBG.
"Saya menyayangkan adanya statement seperti ini. Karena kalau ada orang tua atau guru-guru yang mengalami keracunan terhadap anak-anaknya ya, saya rasa untuk speak up itu tujuannya bukan untuk membuat gaduh, tetapi untuk mencari kebenaran dan mungkin sebagian ingin mencari keadilan," kata Charles kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Polisi Harus Proaktif Usut Kasus Keracunan MBG, Komisi IX DPR: Tak Perlu Tunggu Laporan Korban
Ketua DPP PDIP itu menilai, guru juga memiliki kepentingan untuk memastikan kasus keracunan tidak kembali terjadi. Karena itu, laporan maupun suara dari masyarakat terkait persoalan MBG seharusnya menjadi informasi bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi.
"Apalagi kalau berbicara guru-guru pasti mereka juga punya kepentingan untuk memastikan bahwa tidak terjadi lagi keracunan di kemudian hari," ujarnya.
Charles mengatakan, masyarakat justru perlu lebih banyak menyampaikan kondisi yang terjadi di lapangan. Informasi tersebut penting agar pemerintah, khususnya BGN, dapat mengetahui persoalan yang terjadi secara nyata dan mengambil langkah untuk menghentikan kasus keracunan.
"Karena per hari ini sudah lebih dari 53.000 orang menjadi korban keracunan, kita tentu justru butuh lebih banyak lagi anggota masyarakat yang menyampaikan kondisi real di lapangan, apa adanya," tegasnya.
Baca Juga: Dirujuk ke RSCM, Hasil Pemeriksaan Dua Korban Keracunan MBG di Karo Keluar dalam 2 Hari
Dia berharap keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan kasus keracunan tidak dianggap sebagai upaya membuat gaduh. Sebaliknya, informasi tersebut dinilai dapat membantu pemerintah memperbaiki pelaksanaan MBG.
"Sehingga pemerintah dalam hal ini BGN bisa melakukan berbagai langkah untuk menghentikan kasus-kasus keracunan, karena tentu tidak ada yang mau melihat anak-anak Indonesia menjadi korban keracunan," katanya.
Charles menegaskan tujuan utama program MBG adalah memperbaiki kondisi gizi anak. Namu maraknya laporan keracunan, justru dapat menimbulkan pertanyaan terhadap pencapaian tujuan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







