Prabowo: Dampak Koperasi Desa Merah Putih Mulai Terasa pada 2027

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto optimistis keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai memberikan dampak ekonomi yang semakin terasa pada 2027.
Prabowo mengatakan KDKMP dirancang sebagai sarana untuk memperkuat rantai pasok kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa.
Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat memangkas rantai distribusi sehingga masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Saat ini, pemerintah masih dalam proses merealisasikan program KDKMP. Prabowo menyebut sekitar 6.000 KDKMP telah beroperasi.
Ia meyakini dampak ekonomi program tersebut akan semakin terasa seiring dengan bertambahnya jumlah koperasi yang dibangun.
"Dan ini nanti efeknya akan terasa saya kira beberapa bulan, mungkin tahun 2027, 2028 akhir. Ini kurang lebih," kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Jumat (18/9/2026).
Prabowo menilai KDKMP dapat menjadi terobosan dalam membangun sistem rantai pasok yang lebih efisien.
Melalui koperasi tersebut, produsen diharapkan dapat menyalurkan produk kepada konsumen dengan lebih sedikit perantara.
Ia mencontohkan hasil panen petani yang selama ini, menurutnya, dapat melewati sekitar lima perantara sebelum sampai ke konsumen.
Menurut Prabowo, para perantara tersebut mengambil margin keuntungan yang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai 30–40 persen.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat harga bahan pangan di tingkat konsumen menjadi lebih mahal, sementara pendapatan yang diterima petani belum optimal.
" Dengan KDKMP, petani hanya ada satu perantara sampai ke konsumen," kata Prabowo.
Ia mengatakan mekanisme tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan penghasilan bagi petani sekaligus membuat harga yang dibayar konsumen lebih hemat.
"Ada tambahan (penghasilan) untuk petani, tapi konsumen juga hemat. Jadi ini kurang lebih gagasan intinya," imbuhnya.
Baca Juga: Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Dihentikan, PFI Soroti Keselamatan dalam Peliputan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









