Usai Menghadap Prabowo, Dirjen Bea Cukai Diminta Perketat Wilayah Perbatasan dari Barang Ilegal

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memanggil Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama, ke Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Usai pertemuan, Djaka menyampaikan bahwa dirinya diminta memperketat pengamanan terhadap seluruh jalur masuk barang yang berpotensi merugikan negara serta membahayakan masyarakat luas.
Beberapa barang yang menjadi perhatian berupa narkoba hingga balpres, atau barang tekstil bekas yang dipadatkan dan dibungkus menjadi sebuah bal besar.
"Memperketat wilayah perbatasan dan pesisir, dari penyelundupan barang-barang ilegal maupun barang-barang yang dilarang. Ya narkoba, balpres dan sebagainya yang bentuknya terlarang," ujar Djaka.
Merespons arahan tersebut, Djaka langsung menyiapkan langkah operasional di lapangan. Penguatan infrastruktur pengawasan dan personel menjadi pilar utama dalam strategi penindakan ke depan.
Baca Juga: Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
"Ya strateginya pasti nambah peralatan, kemudian satgas diperketat. Itu saja," katanya.
Menanggapi titik-titik krusial yang menjadi celah masuk utama penyelundupan, perhatian khusus akan dicurahkan pada jalur laut strategis di kawasan barat Indonesia. Penambahan armada kapal patroli juga telah dipetakan secara matang.
"Ya di sepanjang Selat Malaka. Kan di situ kita ada pangkalan sarana operasi, di situ kita ada beberapa, sekitar hampir seratus lebih kapal yang akan kita berdayakan semua," jelas Djaka.
Melalui penguatan armada di Selat Malaka serta pengetatan satuan tugas, pemerintah optimis celah masuk barang ilegal dapat ditutup rapat.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Ditjen Bea Cukai dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan melindungi perekonomian nasional dari ancaman penyelundupan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








