33 Wilayah Masih Terdampak, Penanganan Karhutla Terus Diperkuat

AKURAT.CO Pemerintah mengutamakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah dengan tingkat ancaman tinggi.
Hal ini dilakukan dengan memperkuat penanganan melalui operasi pemadaman, penegakan hukum, pemantauan titik api, hingga dampak kesehatan masyarakat.
Sebelumnya, Menko Polkam, Djamari Chaniago, menekankan pentingnya menggunakan cara berpikir strategis seperti di medan tempur dalam menangani karhutla.
Serta dari penegakan hukum, pihak kepolisian segera memproses para tersangka yang telah ditetapkan terkait dugaan pelanggaran hukum.
Karhutla yang berulang di lokasi yang sama diminta tidak hanya dipandang sebagai kelalaian. Pemerintah meminta dugaan pelanggaran didalami dan proses hukum dilakukan apabila ditemukan unsur pidana, termasuk terhadap korporasi.
Baca Juga: Menhut Cabut Izin 5 Perusahaan di Kalimantan Terkait Karhutla, Ini Daftarnya
"Sejalan dengan kebijakan tersebut, operasi darat, water bombing dan operasi modifikasi cuaca terus dioptimalkan dengan prioritas pada fire spot aktif, lahan gambut, kawasan permukiman dan bandara, serta lokasi yang sulit dijangkau," jelas Kabiro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Menurut Honi, melalui Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla, Kemenko Polkam terus mengoordinasikan kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait. Agar langkah pencegahan, pemadaman, penegakan hukum, pemulihan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat berjalan terpadu, terukur, dan tepat sasaran.
Kabiro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyampaikan, berdasarkan pemantauan hotspot per 15-21 September 2026 dengan satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada 20 September terdapat 1.998 hotspot secara nasional.
Sebanyak 1.843 hotspot atau sekitar 92 persen berada di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Ristianto mengingatkan data hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah titik api atau kejadian karhutla di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









