Tak Asal Cair, Ini 6 Data Calon Penerima Bansos 2027 yang Diperiksa lewat Perlinsos Digital

AKURAT.CO Sudah mendaftar bantuan sosial (bansos) belum tentu membuat bantuan otomatis cair. Untuk program bansos 2027, data masyarakat yang mengajukan diri akan disaring melalui sejumlah indikator yang terhubung dengan basis data pemerintah melalui Perlinsos Digital.
Bansos 2027 tidak otomatis cair hanya karena masyarakat sudah mendaftar. Dalam piloting Perlinsos Digital, data pendaftar saat ini disaring menggunakan sejumlah indikator yang terhubung dengan basis data pemerintah. Enam data yang disebut dalam proses tersebut meliputi desil kesejahteraan, status ASN, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, kepemilikan mobil, pemakaian listrik, serta kepemilikan sertifikat tanah.
Artinya, proses pendaftaran hanya menjadi tahap awal. Setelah data masuk, sistem akan melakukan pemeriksaan dan mencocokkannya dengan informasi dari sejumlah lembaga pemerintah.
Enam data yang saat ini digunakan dalam proses penyaringan tersebut adalah:
Desil kesejahteraan.
Status sebagai ASN.
Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Kepemilikan mobil.
Pemakaian listrik.
Kepemilikan sertifikat tanah.
Namun, masyarakat perlu memperhatikan satu hal penting: keenam indikator tersebut belum menjadi ketentuan final penerima bansos 2027. Pemerintah masih melakukan pengujian dan evaluasi terhadap filter yang digunakan.
Kenapa bansos 2027 tidak otomatis cair?
Bagi masyarakat, mendaftar bansos mungkin terlihat sebagai langkah utama untuk mendapatkan bantuan. Dalam sistem Perlinsos Digital, pendaftaran justru menjadi pintu masuk sebelum data calon penerima diperiksa lebih lanjut.
Koordinator Piloting Perlinsos dari Komite Percepatan Transformasi Digital, Rahmat Danu Andika, menjelaskan bahwa data pendaftar akan diperiksa secara real-time menggunakan filter yang terpasang pada portal Kementerian Sosial.
"Filter-filternya apa saja yang saat ini ada dipasang di portal Kementerian Sosial, jadi setiap kali ada orang yang mendaftar, Bapak Ibu, secara real-time akan dicek," ujar Rahmat dalam sosialisasi Perlinsos Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Sosial, Senin (5/10/2026).
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan informasi yang disampaikan masyarakat ketika melakukan pendaftaran. Data tersebut dapat dibandingkan dengan basis data dari lembaga lain.
Perubahan ini penting karena kondisi ekonomi sebuah keluarga tidak selalu dapat digambarkan hanya melalui satu dokumen. Status pekerjaan, kepemilikan aset, konsumsi listrik, hingga posisi kesejahteraan dapat memberikan gambaran berbeda mengenai kondisi rumah tangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







