Ekonomi Kreatif Jadi Strategi Penguatan Kelas Menengah

AKURAT.CO Kolaborasi antarkementerian dan lembaga penting dilakukan untuk mengatasi kemiskinan, sekaligus memulihkan kondisi masyarakat kelas menengah yang mengalami penurunan kesejahteraan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, mengatakan, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kelas menengah melalui penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan masyarakat.
"Antisipasi kita tentu akan terus berusaha mendorong agar kelas menengah yang turun bisa naik, kelas yang miskin juga naik secara bersamaan dalam satu tangga," katanya, dalam pertemuan dengan Wamen Ekraf, Irene Umar.
"Untuk itu, kita perlu berkolaborasi bersama-sama agar tantangan tersebut bisa kita tangani sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing," tambah Muhaimin, di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Sementara itu, Wamen Ekraf, Irene Umar, menjelaskan, sesuai amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Kementerian Ekraf menjalankan tiga program unggulan untuk membuka peluang usaha dan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Baca Juga: KKI 2026 Jadi Panggung Perempuan Penggerak Ekonomi Kreatif
Ketiganya meliputi Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
Menurutnya, pembangunan ekonomi kreatif perlu dilakukan dari hulu hingga hilir. Pembangunan tersebut dimulai dari daerah karena banyak potensi dan kekayaan kreatif lahir dari desa
Penguatan ekosistem juga membutuhkan ruang bagi talenta dan wirausaha muda untuk berkembang. Creative Hub dihadirkan sebagai ruang untuk belajar, bereksperimen, berkolaborasi, membangun jejaring, dan mengembangkan usaha.
"Ekonomi kreatif tumbuh dengan membangun ekosistemnya dari hulu sampai hilir. Kita mulai dari desa karena banyak potensi dan kekayaan kreatif justru lahir dari daerah," ujar Irene.
"Melalui Aktivasi Desa Kreatif, menciptakan usaha, pendapatan, lapangan kerja, sekaligus membuka akses ke pasar. Kemudian kita perlu menyediakan ruang untuk talenta dan wirausaha muda bertumbuh. Di sinilah Creative Hub berperan sebagai tempat untuk belajar, bereksperimen, berkolaborasi, membangun jejaring, dan mengembangkan usaha," jelasnya menambahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









