Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional, Pemerintah Ungkap Alasannya

AKURAT.CO Pemerintah menyatakan masih mampu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Karena itu, pemerintah belum berencana meningkatkan status karhutla menjadi bencana nasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026).
"Belum, belum. Masih mampu kita mengatasi," kata Dudung.
Ia menjelaskan, pemerintah terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk menangani karhutla yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan penanganan karhutla dari sejumlah pihak terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dudung menyebutkan, terdapat enam provinsi yang menjadi perhatian pemerintah. Dari wilayah tersebut, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi dua fokus utama penanganan.
"Dari Bapak Presiden ada laporan dari Kepala BNPB itu ada enam provinsi yang menjadi konsentrasi dan dua provinsi seperti Kalimantan Tengah dengan Sumatra Selatan. Kemudian ada lagi yang menjadi prioritas di Kalimantan Tengah yaitu adalah Tanjung Puting atau sekitar Taman Nasional karena memang ini harus dilindungi karena ada satwa di situ," tuturnya.
Menurut Dudung, operasi pemadaman saat ini lebih banyak mengandalkan penanganan dari darat.
Sementara itu, pemadaman melalui jalur udara masih menghadapi kendala akibat asap tebal yang menyulitkan helikopter menjangkau lokasi kebakaran.
"Dan kemudian hasil laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional heli ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat ya karena memang sulit untuk dijangkau dari udara karena memang asapnya terlalu tebal," ungkapnya.
Di sisi lain, dampak karhutla terus dikeluhkan masyarakat. Kabut asap yang bertahan selama berhari-hari dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan.
Baca Juga: Prabowo Jadikan Karhutla Prioritas Utama, Minta Kebutuhan Pemadaman Segera Dilaporkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









