Pemerintah Harus Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, DPR Siap Dukung

AKURAT.CO Pemerintah terus didesak untuk menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.
Desakan ini muncul karena kebakaran yang melanda sejumlah wilayah dinilai membutuhkan dukungan anggaran lebih besar untuk mempercepat penanganan sekaligus menjamin keselamatan masyarakat terdampak.
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengatakan, penetapan status bencana nasional diperlukan agar alokasi anggaran penanganan karhutla dapat dimaksimalkan.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, terutama masyarakat di wilayah pedalaman yang menghadapi keterbatasan akses bantuan.
“Agar anggaran bisa maksimal dialokasikan untuk mengatasi bencana ini, termasuk kepada warga yang terdampak, terutama keselamatan warga terjamin dalam mendapatkan masker, oksigen, perawatan kesehatan, vitamin, air bersih dan pangan bagi warga pedalaman. Sambil secara simultan mengatasi karhutla secara masif,” kata Daniel dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2026).
Ia menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api.
Pemerintah juga perlu memperkuat perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap, termasuk memastikan akses terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan pokok selama bencana berlangsung.
Daniel turut menyoroti keselamatan relawan yang terlibat dalam pemadaman karhutla.
Ia meminta pemerintah menjamin ketersediaan makanan, minuman, perlengkapan keselamatan, peralatan pemadam, hingga insentif bagi relawan yang mempertaruhkan nyawa untuk membantu menangani kebakaran.
“Termasuk perhatian kepada relawan warga biasa yang sudah meninggalkan keluarga dan mempertaruhkan nyawa mereka, pastikan makan dan minum mereka, seragam yang aman, masker, dan alat-alat perlengkapan pemadam, bahkan mereka layak dapat anggaran insentif,” ujarnya.
Daniel mengakui pemerintah pusat dan daerah telah melakukan berbagai upaya pemadaman, mulai dari operasi pengeboman air (water bombing), modifikasi cuaca, hingga pemadaman melalui jalur darat.
Namun, kondisi lahan gambut yang sangat kering serta kebakaran yang merambat hingga ke lapisan tanah membuat upaya pemadaman menghadapi tantangan berat.
Ia menilai lemahnya mitigasi dan antisipasi sebelum kebakaran terjadi turut memperberat penanganan karhutla tahun ini.
Karena itu, upaya pemadaman perlu disertai dukungan anggaran yang memadai dan langkah pencegahan yang lebih kuat.
“Pemerintah pusat dan daerah kita akui sudah melakukan upaya yang baik, tapi kali ini (tahun ini) sangat berat karena mitigasi antisipasi yang lemah sebelum kejadian, lahan gambut sudah sangat kering dan dalam sehingga sangat sulit dilakukan pemadaman,” tuturnya.
Daniel menegaskan DPR mendukung penambahan anggaran dan penetapan status bencana nasional untuk menangani karhutla.
Ia menyayangkan pemerintah belum menetapkan status tersebut, meskipun menurutnya potensi dampak kebakaran sangat besar.
“DPR tentu mendukung penuh upaya pemerintah untuk melakukan pemadaman dengan dukungan politik anggaran agar alokasi anggaran bisa ditambah karena kondisinya sudah sangat darurat, DPR terus dorong agar ditetapkan sebagai status bencana nasional dari awal kebakaran karena potensinya sangat besar, tapi sampai hari ini pemerintah belum berani menetapkan,” kata Daniel.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Jamin Keamanan WNI dan Fasilitasi Jemaah Umrah Terdampak Serangan di Riyadh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









