Menko PM Dorong Pemberdayaan Masyarakat Jadi Arus Utama Pembangunan, Bansos Hanya Sementara

AKURAT.CO Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong pemberdayaan masyarakat menjadi arus utama pembangunan nasional, melalui penguatan orkestrasi lintas kementerian dan lembaga.
Langkah ini menjadi bagian dari paradigma baru pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Yang menempatkan kemandirian, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat sebagai orientasi utama kebijakan pemerintah.
Menko PM, Muhaimin Iskandar, mengatakan, pembentukan Kemenko PM bukan sekadar penambahan struktur pemerintahan, melainkan upaya mendorong perubahan mendasar dalam cara pemerintah merancang dan menjalankan pembangunan.
Pemberdayaan harus menjadi orientasi bersama seluruh kementerian dan lembaga. Bukan hanya tanggung jawab kementerian yang berada di bawah koordinasi Kemenko PM.
Hal tersebut disampaikan Muhaimin dalam "Dialog Nasional Pemberdayaan: Langkah Transformasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045" di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Menko PM Jadikan Maung Garuda Kendaraan Dinas, Bawa Kebanggaan Produk Indonesia
"Dengan didirikannya Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, ada paradigma baru pembangunan nasional, yaitu agar seluruh orientasi pembangunan menyiapkan masyarakat yang mandiri, berdaya, dan sejahtera," ujarnya.
Tantangan utama Kemenko PM tidak berhenti pada menyelaraskan program kementerian dan lembaga. Kemenko PM dinilai perlu memastikan bahwa semangat pemberdayaan menjadi cara pandang bersama dalam perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program pemerintah.
Muhaimin menekankan, setiap rupiah anggaran negara harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Dengan begitu, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jumlah program yang dijalankan atau bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk memperbaiki kondisi hidupnya secara berkelanjutan.
"Kita akan terus mendorong dan mewujudkan jaminan peningkatan taraf hidup yang berkelanjutan dan lepas dari bantuan sosial. Tagline yang selalu kita gemakan 'Bansos Sementara, Berdaya Selamanya'," katanya.
Perubahan paradigma juga menuntut pendekatan penanggulangan kemiskinan yang lebih menyeluruh. Bantuan sosial tetap menjadi instrumen penting untuk melindungi masyarakat yang membutuhkan, tetapi perlu diiringi upaya pemberdayaan yang membuka akses terhadap pekerjaan, keterampilan, kesempatan usaha, dan sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








