Cak Imin Dorong Pekerja Informal Naik Kelas Melalui Skema Pemberdayaan Terintegrasi

AKURAT.CO Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya mendorong pekerja informal untuk naik kelas melalui skema pemberdayaan yang terintegrasi.
Sebab, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada angka yang stabil, yaitu 5 persen selama bertahun-tahun, namun masih belum berdampak merata pada kesejahteraan masyarakat, terutama pekerja informal.
"Banyak pekerja kita di sektor informal, yang tidak mendapatkan hak-hak sebagai pekerja sesungguhnya, saatnya kita dorong naik kelas menjadi pekerja formal," kata Muhaimin saat menjadi keynote speaker dalam Talkshow Skema Financing untuk Pemberdayaan Masyarakat 'Kolaborasi Pendanaan untuk Indonesia Berdaya', di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (24/11/2025).
Baca Juga: Perusahaan Didorong Sediakan Rumah Perlindungan bagi Pekerja Perempuan
Pria yang akrab dipanggil Cak Imin ini juga menekankan pentingnya perencanaan karier dan pendidikan sejak dini, termasuk integrasi antara pendidikan menengah, skema pembiayaan, dan kebutuhan dunia kerja.
"Secara makro bagus, tetapi secara mikro belum terasa. Karena itu, kita harus siapkan jalur mobilitas baru agar pekerja informal bisa masuk sektor formal," tambahnya.
Menurutnya, perubahan paradigma dalam pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dapat menjadi jalan strategis untuk mengangkat posisi pekerja informal, agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan akses yang memadai menuju pekerjaan formal.
Baca Juga: Diet Sehat untuk Pekerja Shift Malam agar Tubuh Tetap Bugar dan Produktif
Untuk itu, Kemenko PM memastikan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) digunakan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat demi kemandirian. Salah satunya dengan pemberian bantuan produktif, yang memberi dampak jangka panjang yang lebih besar dibandingkan pemberian bantuan sosial.
Dia berharap, diskusi skema pemberdayaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu kunci guna memperluas kesejahteraan masyarakat.
"Tantangan kita adalah memastikan pembiayaan pendidikan, pelatihan, serta link and match benar-benar efektif. Hanya dengan itu pekerja informal bisa naik kelas menjadi pekerja formal," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








