Akurat Logo

Perluasan Akses Keuangan Daerah Sokong Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Ayu Rachmaningtyas | 19 Oktober 2026, 16:51 WIB
Perluasan Akses Keuangan Daerah Sokong Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Wamendagri, Bima Arya Sugiarto, menyebut percepatan inklusi keuangan di daerah menjadi langkah strategis untuk mencapai target inklusi keuangan nasional. - Foto: Puspen Kemendagri

AKURAT.CO Pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen membutuhkan penguatan ekonomi masyarakat di daerah.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengatakan, upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan belanja pemerintah dan investasi skala besar. Namun, target perlu didukung perluasan akses keuangan yang inklusif dan terjangkau.

"Dalam konteks itu, kita meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bisa mengandalkan dari government spending saja atau belanja pemerintah dalam skala yang besar. Diperlukan penguatan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan, tabungan, transaksi digital, serta layanan keuangan yang terjangkau," jelasnya, dalam Peluncuran Dashboard Indeks Akses Keuangan di Daerah (IKAD) di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut Bima Arya, percepatan inklusi keuangan di daerah menjadi salah satu langkah strategis untuk mencapai target inklusi keuangan nasional sebesar 93 persen pada 2029, sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Adapun dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2045 ditetapkan sebesar 98 persen.

Baca Juga: Wamendagri Pastikan Dukungan Tanggap Darurat Banjir Bandang Solok Berjalan Lancar

Ia turut mengapresiasi kemajuan integrasi IKAD dalam perencanaan pembangunan daerah. Saat ini, 38 provinsi di Indonesia telah memasukkan IKAD ke dalam dokumen perencanaan pembangunan.

Sementara di tingkat kabupaten/kota, integrasi telah dilakukan oleh 341 daerah atau sekitar 66,34 persen.

Untuk mempercepat perluasan akses keuangan, sekaligus memperkuat perekonomian daerah, Bima Arya mendorong pemerintah daerah menyinergikan tiga unsur penting, yakni Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Kolaborasi ketiganya dinilai penting, agar perluasan layanan keuangan, penguatan digitalisasi, dan pengendalian harga dapat berjalan seiring.

"Kalau tiga ini bisa sinergi, bisa kolaborasi, maka target kita memperluas akses keuangan, memperkuat digitalisasi, menjaga stabilitas harga, ujung-ujungnya akan betul-betul mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.