Prabowo: Pangan Bisa Jadi Senjata di Tengah Ancaman Krisis Global

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global.
Di tengah ancaman krisis ekonomi, perubahan iklim, hingga gejolak geopolitik dunia, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga ketahanan nasional.
Dia mengingatkan bahwa kondisi dunia saat ini penuh tantangan, namun Indonesia dinilai masih mampu menjaga stabilitas nasional, terutama dalam sektor pangan yang menjadi kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat.
Baca Juga: Produk Pangan RI Bidik Pasar Global, S’RASA Raup Potensi Transaksi Rp560 Miliar di TEI 2026
"Kita lihat dunia penuh tantangan. Kita masih bersyukur bahwa kita relatif dalam keadaan baik. Pangan kita terkendali, prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan dalam waktu cepat," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dia mengingatkan bahwa dalam situasi konflik maupun krisis global, pangan dapat berubah menjadi instrumen yang menentukan kekuatan suatu negara. Negara yang memiliki kemampuan ekonomi sekalipun belum tentu dapat membeli kebutuhan pangan dari pasar internasional, apabila negara-negara produsen membatasi ekspornya.
"Pangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata, dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain," terangnya.
Selain itu, Prabowo juga mengungkap tantangan perubahan iklim yang dihadapi Indonesia sepanjang tahun 2025-2026. Kondisi kekeringan berkepanjangan dan fenomena El Nino menjadi ujian bagi kemampuan pemerintah menjaga produksi pangan nasional.
Baca Juga: Hadapi El Nino dan La Nina, DEN Ingatkan Prabowo soal Stok Beras dan Harga Pangan
Namun, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia tetap mampu mempertahankan swasembada pangan di tengah kondisi cuaca yang sulit.
"Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan. Di musim yang sangat sulit, 2025-2026 kekeringan cukup panjang kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi nanti ada La Nina kita hadapi. Kita sudah punya kontijensi-kontijensi, dengan swasembada pangan relatif kita punya daya tahan," jelasnya.
Selain itu, Prabowo turut memberikan perhatian terhadap ketahanan energi nasional. Menurutnya, gejolak harga minyak dunia menjadi tantangan serius bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Ketika harga energi internasional meningkat, biaya produksi, transportasi, hingga distribusi barang berpotensi ikut mengalami tekanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja






