Menurutmu Mengapa Dipilih Burung Garuda sebagai Lambang Negara?
Sultan Tanjung | 22 April 2024, 19:15 WIB

AKURAT.CO Burung Garuda dipilih sebagai lambang negara Indonesia memiliki banyak alasan yang mendalam.
Mari kita eksplorasi beberapa faktor yang memengaruhi pemilihan ini:
-
Simbol Kekuatan dan Keberanian:
- Alasan: Burung Garuda melambangkan kekuatan dan keberanian. Dalam mitologi Hindu, Garuda adalah kendaraan Dewa Wisnu yang kuat dan berani. Pemilihan burung ini menggambarkan semangat perjuangan dan ketabahan bangsa Indonesia.
-
Representasi Kebebasan dan Kedaulatan:
- Alasan: Garuda juga merepresentasikan kebebasan dan kedaulatan negara. Dalam budaya Indonesia, burung ini dianggap sebagai penjaga dan pelindung. Penggunaan Garuda sebagai lambang negara mengandung pesan bahwa Indonesia adalah negara yang merdeka dan berdaulat.
-
Simbol Persatuan dan Keragaman:
- Alasan: Burung Garuda memiliki makna mendalam dalam konteks persatuan dan keragaman. Dengan sayap yang terbuka lebar, Garuda menggambarkan inklusivitas dan keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia.
-
Sejarah dan Relief-Relief Sejarah:
- Alasan: Burung Garuda telah muncul dalam berbagai kisah rakyat dan relief sejarah. Keberadaannya yang sering disebutkan dalam cerita-cerita kuno dan relief-relief menegaskan pentingnya Garuda sebagai simbol nasional.
-
Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”:
- Alasan: Dalam UUD 1945 pasal 36 ayat A, disebutkan bahwa lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” (Berbeda-beda tetapi tetap satu). Ini menekankan persatuan dalam keragaman, yang tercermin dalam pilihan burung Garuda sebagai lambang negara.
Pemilihan Burung Garuda sebagai lambang negara Indonesia bukan hanya sekadar simbol visual, tetapi juga mengandung makna mendalam yang menghubungkan kita dengan sejarah, identitas, dan nilai-nilai bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








