Baterai Menentukan Masa Depan Mobil Listrik, Kenali Perbedaan LFP, NMC dan Solid-State

AKURAT.CO Perkembangan mobil listrik sangat bergantung pada teknologi baterai. Saat ini, ada tiga jenis yang paling banyak dibicarakan di industri, yaitu LFP, NMC dan solid-state.
Masing-masing teknologi memiliki karakteristik berbeda. Perbedaan tersebut memengaruhi harga kendaraan, jarak tempuh, hingga tingkat keamanan mobil listrik.
1. LFP: Lebih Murah dan Tahan Lama
Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dikenal lebih aman dan tahan lama dibanding beberapa jenis baterai lithium lainnya. Teknologi ini juga memiliki umur siklus panjang yang bisa mencapai sekitar 3.000-5.000 kali pengisian.
Selain itu, biaya produksinya relatif lebih rendah karena tidak menggunakan kobalt dalam komposisinya. Hal ini membuat baterai LFP menjadi pilihan menarik bagi produsen mobil listrik, sebagaimana dikutip dari EVTech.News, Rabu (4/3/2026).
Namun, kepadatan energinya lebih rendah sehingga jarak tempuh mobil listrik dengan baterai LFP biasanya lebih pendek dibanding jenis lain. Meski begitu, baterai ini banyak digunakan pada mobil listrik mass-market seperti model entry-level dari Tesla dan BYD.
2. NMC: Jarak Tempuh Lebih Jauh
Baterai Nickel Manganese Cobalt (NMC) menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, sekitar 200-250 Wh/kg. Hal ini membuat mobil listrik dapat menempuh jarak lebih jauh dengan ukuran baterai yang sama.
Baca Juga: iPhone 17e Resmi Meluncur, Lebih Murah dari iPhone 17 dengan Baterai 26 Jam
Teknologi ini umum digunakan pada mobil listrik kelas menengah hingga premium. Namun biaya produksinya lebih mahal dan umur siklusnya lebih pendek dibanding LFP, sekitar 1.000-2.000 kali pengisian.
Selain itu, penggunaan kobalt juga menjadi perhatian di industri. Rantai pasok material tersebut kerap dikaitkan dengan isu lingkungan dan etika produksi.
3. Solid-State: Kandidat Baterai Generasi Berikutnya
Laporan dari EEPower, teknologi baterai yang paling dinantikan saat ini adalah solid-state battery. Berbeda dari baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan elektrolit cair, teknologi ini memakai elektrolit padat sehingga dinilai lebih aman.
Selain itu, solid-state juga berpotensi menyimpan energi lebih besar dibanding baterai saat ini. Hal ini membuatnya diprediksi mampu meningkatkan jarak tempuh kendaraan listrik.
Beberapa pengembangan terbaru bahkan menunjukkan baterai ini bisa mengisi daya dari 15 persen hingga 90 persen dalam sekitar 18 menit. Meski menjanjikan, teknologi solid-state masih dalam tahap pengembangan dan belum diproduksi massal, sebagaimana dikutip dari TheVerge.
Kesimpulannya, tidak ada baterai mobil listrik yang benar-benar sempurna. Setiap teknologi memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
Baterai LFP unggul dari sisi biaya produksi dan umur pakai yang lebih panjang. Sementara itu, NMC menawarkan performa serta jarak tempuh yang lebih tinggi.
Di sisi lain, solid-state berpotensi menjadi lompatan teknologi berikutnya dalam industri baterai. Persaingan teknologi ini diperkirakan akan menentukan arah perkembangan mobil listrik dalam dekade mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







