Mobil Listrik Laku Keras di Indonesia Meski Pasar Otomotif Lesu

AKURAT.CO Pasar kendaraan listrik (EV) atau mobil listrik di Indonesia semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Penjualan dan tingkat adopsinya menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang justru cenderung melemah. Artinya, EV mulai menjadi pilihan alternatif yang semakin diperhitungkan konsumen.
Tren Penjualan EV di Indonesia
Penjualan EV di Indonesia melonjak signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari yang nyaris tidak ada pada 2020, penjualannya meningkat tajam hingga kuartal II 2025, sebagaimana dikutip dari The International Council on Clean Transportation (ICCT), Senin (2/3/2026).
Pada Q2 2025, penjualan triwulanan tercatat sekitar 24.000 unit, termasuk battery electric vehicles (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV). Total populasi EV yang beredar di Indonesia juga diperkirakan sudah melampaui 100.000 unit pada pertengahan 2025.
ICCT mencatat penetrasi pasar EV gabungan BEV dan PHEV di segmen mobil penumpang mencapai sekitar 15,2 persen pada Q2 2025. Artinya, hampir satu dari enam mobil baru yang terjual kini merupakan kendaraan elektrifikasi.
Pertumbuhan vs Pasar Mobil Konvensional
Laporan PwC ASEAN Electric Vehicle Readiness 2025 kembali menegaskan tren pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Di saat pasar mobil ringan konvensional turun 11 persen, segmen EV justru melonjak 49 persen.
Dikutip dari Tech in Asia, pada periode tertentu di 2025, pangsa kendaraan elektrifikasi bahkan mencapai sekitar 18 persen dari total penjualan mobil baru. Angka ini sudah menyamai, bahkan melampaui, rata-rata kontribusi EV di kawasan ASEAN.
Baca Juga: Pajak Kendaraan Jateng 2026 Melonjak, Ternyata Ini Alasannya!
Survei PwC juga menunjukkan minat konsumen terhadap EV terus meningkat meski infrastruktur belum sepenuhnya siap. Sekitar 70 persen responden tertarik membeli EV, sementara baru 14 persen yang sudah memilikinya, menunjukkan potensi pasar yang masih besar.
Apa Artinya?
Adopsi EV semakin nyata di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Pada pertengahan 2025, hampir satu dari enam mobil baru yang terjual merupakan kendaraan elektrifikasi, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Lonjakan ini terjadi dari basis yang sangat kecil. Jika pada 2020 penjualannya nyaris nol, kini populasi EV di jalanan sudah menembus 100.000 unit menjelang akhir 2025.
Namun pekerjaan rumah belum selesai. Infrastruktur pengisian daya dan layanan purnajual akan menjadi faktor penentu seberapa cepat penetrasi EV bisa terus tumbuh.
Peta penetrasi EV di Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Meski pangsanya sudah menembus dua digit pada 2025 dan mulai diperhitungkan di ASEAN, kesiapan ekosistem dan infrastruktur di luar kota besar masih menjadi tantangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





