Akurat
Pemprov Sumsel

Tak Hanya Jarak Tempuh, Fitur Pintar Jadi Senjata Baru Mobil Listrik Global

Winna Wandayani | 6 Maret 2026, 05:17 WIB
Tak Hanya Jarak Tempuh, Fitur Pintar Jadi Senjata Baru Mobil Listrik Global
Tesla (tesla.com)

AKURAT.CO Mobil listrik kini tidak hanya bersaing dalam hal jarak tempuh atau kapasitas baterai. Persaingan juga mulai bergeser ke fitur pintar (smart features) yang membuat kendaraan terasa seperti perangkat teknologi bergerak.

Produsen seperti Tesla, BYD, hingga Hyundai kini berlomba menghadirkan software canggih di dalam mobil. Sistem bantuan berkendara dan konektivitas digital pun menjadi nilai jual utama di segmen kendaraan listrik.

1. ADAS Jadi Fitur Wajib

Salah satu teknologi yang paling menonjol di mobil listrik modern adalah Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Sistem ini memanfaatkan kamera, radar dan berbagai sensor untuk membantu pengemudi saat berkendara.

Teknologi tersebut dapat membantu menjaga mobil tetap di jalur, mengatur kecepatan, hingga mengurangi risiko tabrakan. Kehadirannya membuat pengalaman berkendara menjadi lebih aman dan nyaman.

Tesla dikenal melalui fitur Autopilot dan Full Self-Driving (FSD) yang membuat mobil dapat melakukan navigasi otomatis di jalan tol. Sistem ini memanfaatkan kamera dan kecerdasan buatan untuk membaca kondisi jalan secara real-time.

Sementara itu, BYD menghadirkan teknologi DiPilot yang memadukan radar, kamera dan sensor lainnya. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan membantu pengemudi dalam berbagai situasi berkendara, sebagaimana dikutip dari Electrik Vehicles, Kamis (5/3/2026).

Di sisi lain, Hyundai menawarkan teknologi SmartSense dengan fitur seperti adaptive cruise control dan lane keeping assist. Meski terlihat canggih, sebagian besar teknologi ini masih berada pada level otomatisasi 2, sehingga pengemudi tetap harus mengawasi kendaraan.

Baca Juga: Baterai Menentukan Masa Depan Mobil Listrik, Kenali Perbedaan LFP, NMC dan Solid-State

2. Mobil Bisa Update Seperti Smartphone

Mobil listrik modern juga memiliki keunggulan pada pembaruan software melalui over-the-air (OTA). Teknologi ini membuat sistem kendaraan dapat diperbarui tanpa harus datang ke bengkel.

Melalui OTA, pabrikan dapat menambahkan fitur baru atau memperbaiki sistem secara jarak jauh. Tesla menjadi salah satu pelopor teknologi ini di industri otomotif.

Dikutip dari CEO Today, pembaruan tersebut dapat meningkatkan navigasi, keamanan, hingga performa kendaraan. Kini produsen lain seperti BYD dan Hyundai juga mulai mengadopsi teknologi serupa.

3. Infotainment dan Ekosistem Digital

Selain sistem bantuan berkendara, produsen mobil listrik juga semakin fokus pada pengalaman digital di dalam kabin. Hal ini membuat mobil listrik terasa lebih modern dan terhubung dengan berbagai perangkat.

Tesla menggunakan layar sentuh besar sebagai pusat kendali kendaraan. Sementara itu, BYD menghadirkan sistem infotainment yang mendukung berbagai aplikasi.

Di sisi lain, Hyundai menawarkan konektivitas smartphone untuk memantau kendaraan dari jarak jauh. Beberapa mobil listrik bahkan sudah dilengkapi fitur vehicle-to-load (V2L) yang membuat mobil menjadi sumber listrik untuk perangkat elektronik.

Kesimpulannya, perkembangan fitur pintar membuat mobil listrik semakin mendekati konsep 'smartphone beroda'. Software, kecerdasan buatan dan ekosistem digital kini menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian konsumen.

Ke depan, persaingan tidak hanya terjadi pada teknologi baterai atau jarak tempuh. Produsen yang mampu menggabungkan hardware kendaraan dengan software yang terus diperbarui berpotensi memimpin pasar mobil listrik global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.