AKURAT.CO Anak-anak dan orang dewasa muda yang menjadi pemalas bisa mengalami pembesaran jantung, sehingga meningkatkan resiko serangan jantung, stroke, dan kematian dini.
Perilaku rebahan berkontribusi sebesar 40% terhadap total peningkatan ukuran jantung antara usia 17 dan 24 tahun, demikian temuan para peneliti.
Lebih jauh lagi, rebahan membantu memerbesar jantung remaja terlepas dari faktor resiko lain seperti obesitas atau tekanan darah tinggi, demikian temuan para peneliti.
Baca Juga: Dampak Sugar Rush pada Anak-anak, Salah Satunya Obesitas
Perilaku rebahan pada masa kanak-kanak dan remaja sama dengan “bom waktu,” kata peneliti Andrew Agbaje dalam siaran persnya. Dia adalah profesor epidemiologi klinis dan kesehatan anak di Universitas Finlandia Timur di Kuopio.
Ada semakin banyak bukti bahwa perilaku rebahan pada masa kanak-kanak merupakan ancaman kesehatan yang perlu ditanggapi dengan serius,” katanya.
Di sisi lain, anak-anak yang rutin melakukan aktivitas fisik ringan mengalami penurunan peningkatan massa jantung sebesar 49%, kata peneliti.
“Aktivitas fisik ringan adalah obat yang efektif. Sangat mudah untuk melakukan aktivitas fisik ringan selama tiga hingga empat jam setiap hari,” kata Agbaje.
Contoh aktivitas fisik ringan antara lain bermain di luar ruangan, berjalan-jalan dengan anjing, menjalankan tugas, berjalan kaki dan bersepeda ke toko atau ke sekolah, berjalan-jalan di taman, bermain di hutan, berkebun, dan permainan santai seperti bola basket, sepak bola, golf.
Baca Juga: 8 Potret Rakyat Sri Lanka Nikmati Kemewahan Istana Presiden, Asyik Berenang hingga Santai Rebahan
Anak-anak yang rutin berolahraga lebih keras cenderung meningkatkan massa jantungnya sekitar 5%, sehingga ototnya menjadi lebih kuat.
Untuk penelitian ini, para peneliti mengamati hampir 1.700 anak muda di Inggris berusia 11 hingga 24 tahun. Peserta mengenakan alat pelacak gerakan di pinggang mereka selama empat hingga tujuh hari pada usia 11, 15, dan 24 tahun, untuk mengetahui seberapa banyak aktivitas fisik yang mereka lakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








