AKURAT.CO Taksonomi Marzano adalah kerangka kerja yang digunakan dalam pendidikan untuk mengklasifikasikan dan mengorganisasikan proses pembelajaran ke dalam beberapa tingkatan yang berbeda.
Dikembangkan oleh Robert J. Marzano dan rekan-rekannya, taksonomi ini membagi proses pembelajaran menjadi enam tingkatan yang menggambarkan pemahaman dan penguasaan yang semakin kompleks dari materi pembelajaran.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi level taksonomi Marzano yang tertinggi dan mengapa level ini memiliki peran krusial dalam pembelajaran.
- Sistem Diri: Level Taksonomi Marzano yang Tertinggi
Level taksonomi Marzano yang tertinggi adalah sistem diri. Pada level ini, fokus pembelajaran adalah pada sikap, keyakinan, dan perilaku yang mengendalikan motivasi belajar setiap individu peserta didik.
Sistem diri mencakup aspek-aspek yang paling kompleks dalam pembelajaran. Ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif dan afektif, tetapi juga pada aspek metakognitif.
Aspek metakognitif adalah kemampuan siswa untuk berpikir tentang cara mereka berpikir, mengatur diri, dan mengendalikan proses belajar mereka.
- Pentingnya Sistem Diri dalam Pembelajaran
- Motivasi: Sistem diri memengaruhi motivasi belajar siswa. Ketika siswa memiliki sistem diri yang kuat, mereka cenderung lebih termotivasi untuk belajar.
- Kemandirian: Sistem diri melibatkan kemampuan siswa untuk mengatur diri, mengendalikan emosi, dan mengambil tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri.
- Refleksi: Siswa yang memiliki sistem diri yang baik dapat merenung dan memperbaiki diri secara terus-menerus.
Kesimpulan
Sistem diri adalah level taksonomi Marzano yang tertinggi karena mencakup aspek-aspek yang paling kompleks dalam pembelajaran.
Dengan memahami dan mengembangkan sistem diri yang baik, siswa dapat mencapai potensi terbaik mereka dan menjadi pembelajar yang mandiri dan berkomitmen.
Semoga pendekatan ini terus diperkuat dalam praktik pendidikan kita untuk menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






