AKURAT.CO Ibu yang kerap melakukan hal-hal positif atau hal-hal yang disukainya akan membuatnya menikmati peran ibu dengan penuh rasa bahagia.
Saya sangat mengerti bahwa ketika saya menyampaikan hal di atas pasti ibu-ibu pada protes, “Bukan karena tidak mau melakukan hal yang diinginkan, hanya saja memang waktunya benar-benar sempit bahkan hampir tidak ada, bahkan kadang untuk seorang ibu bisa ada waktu untuk menikmati makannya sendiri saja sudah bersyukur.”
Sebelum saya menyampaikan hal tersebut, saya sudah memahaminya terlebih dahulu ibu-ibu.
Baca Juga: Harga Mulai 100 Ribuan, Me Time di Bening’s Clinic Kenapa Tidak?
Untuk itu diperlukan komunikasi yang baik serta pengertian yang baik dari suami. Jika belum dikomunikasikan, hal ini bisa dikomunikasikan mulai dari saat Anda membaca artikel ini, agar pada jadwal-jadwal tertentu ayah bisa memberikan waktu untuk “me time” bagi para ibu, entah itu memberikan waktu untuk shopping, berkumpul bersama teman-teman mereka, perawatan kecantikan atau hanya sekadar membaca buku kesukaan mereka di sela-sela kegiatan ibu yang itu-itu saja.
Harus ada kerelaan hati dari ayah untuk memberikan waktu “me-time” bagi ibu. Karena kecenderungan pola aktivitas yang berulang dan kepadatan jadwal seorang ibu yang membuatnya rentan mengalami stres, ini bisa berdampak buruk bukan hanya bagi hasil pekerjaan rumah yang tidak maksimal, tapi juga pada mental ibu yang selanjutnya berpengaruh pada bagaimana kontrol emosinya terbentuk saat harus menghadapi anak yang kemudian berdampak pada mental anak.
Seorang ibu dalam rumah tangga harus memiliki waktu dan tempat tersendiri bagi dirinya untuk bisa merilis stres. Sehingga ketika ibu diberikan ruang untuk dirinya sendiri, harap diperhatikan bahwa ayah jangan sampai menggangu waktu “me time” ibu.
Baca Juga: Demi Me-Time Terjaga, Ini Tips Agar Ibu Gak 'Burnout'
Seorang suami harus bersedia menjadi ayah siaga yang bisa membackup pekerjaan rumah dan mengurus anak, kala ibu sedang “me time.” Bahkan jauh lebih baik jika hal ini dikomunikasikan justru ketika Anda dalam persiapan menuju pernikahan. Tanyakan dan diskusikan pada pasangan Anda mengenai waktu “me time” ibu dan pinta komitmen darinya akan hal ini.
Seperti yang ditekankan di awal bahwa ibu yang merasa bahagia akan lebih bisa untuk menerapkan parenting yang berkualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








